Analisis Usaha Penting Dilakukan: Agung Pratama

MEDAN. Analisis usaha sekaligus evaluasi penting dilakukan seorang wirausahawan. Hal ini ditekankan oleh Agung Pratama, pemilik usaha Waroeng Nek Ompong yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto No. 96 simpang Jalan Ayahanda.

Pria kelahiran 29 tahun lalu ini baru enam bulan membuka usaha cafenya. Sebelumnya ia sempat bekerja di Infomedia sebagai call center, selama dua bulan.

“Sebenarnya dari awal tamat kuliah ingin buka usaha. Tapi entah kenapa pengen ngerasain kerja dulu, mau tau suasana kerja, mau tau ngatur pegawai gimana. Bulan ke-2 saya resign, buka usaha sendiri,” katanya.

analisis usaha agung pratama

Meski baru enam bulan berstatus sebagai wirausahawan, dan belum pernah mengelola usaha apa pun sebelumnya, Agung sudah mendapatkan pengalaman yang cukup banyak dalam berwirausaha. Agung bercerita, awalnya ia ingin menggabungkan konsep Rumah Makan (RM) Padang dengan cafe. Setelah dua bulan berjalan, ternyata banyak masalah yang menerpa.

“Setelah dua bulan saya kembali lakukan analisis usaha dan evaluasi, ternyata investasi yang dikeluarkan sangat tidak sebanding dengan pendapatan yang diterima. Modal terus yang keluar,” kenang Agung.

Sehati Dengan Istri

Selanjutnya, Agung pun memutuskan untuk mengubah konsep usahanya. Bersama istrinya, mereka memutuskan untuk mencari ide dan inspirasi dari media sosial khususnya instagram. Setelah berunding, mereka pun sepakat untuk mengkhususkan menjual menu “ayam geprek”.

“Waktu kami (Agung dan istri, red) cari-cari di media sosial, ternyata ayam geprek lagi booming di Pulau Jawa. Terus kami berfikir, apa salah kalau coba dijual di Medan, soalnya sewaktu saya mulai jual ayam geprek ini belum ada yang jual di Medan. Ya udah, saya beranikan diri aja jadi pertama, jual ayam geprek,” paparnya.

Agung menceritakan, awalnya dalam memulai bisnis cafe atau rumah makan ini ia cenderung egois, mengabaikan saran dan masukan istrinya.

“Percaya gak percaya ternyata berdampak langsung, susah jalannnya di konsep cafe atau rumah makan kami yang pertama. Nah pas jual ayam geprek ini kami sepakat berdua,” tuturnya.

Agung melanjutkan, bersama istrinya mereka pun sepakat mengubah metode marketing dengan lebih gencar melakukan promosi berorientasi media sosial.

“Strateginya menonjolkan kekhasan, bukan sekedar rumah makan atau cafe biasa, branding-nya kalau ayam geprek di Medan ya ke kami,” katanya.

RESEP AYAM GEPREK

Ayam Geprek

Dua bulan pasca mengganti konsep dan “lebih mendengarkan” istrinya, usaha cafe yang dirintis Agung pun mulai menunjukkan prospek yang menjanjikan.

“Sebulan setelah ganti usaha jadi ayam geprek, alhamdulillah berhasil menutup biaya operasional, tidak ada duit pribadi keluar. Bulan kedua pasca ganti konsep baru dapat penghasilan,” imbuhnya.

Mengenai nama cafenya yang diberi nama Waroeng Nek Ompong, sarjana Ilmu Akuntansi ini menceritakan kalau nama tersebut diambil dari nama neneknya.

“Awalnya nenek saya buka kede nasi di daerah sini, mereka nyewa, nenek meninggal usahanya bubar. Pelanggannya banyak, kede nasinya rame tapi namanya gak ada, dikenal orang dengan nama warung nek ompong karena nenek saya itu ompong.  Nah itu, saya pengen pake nama itu, memang sih dengarnya pasti ketawa karena sedikit nyeleneh. Tapi di satu sisi nama ini kan berbeda dengan lain. Saya ingin seperti itu, be different,” tuturnya panjang lebar.

Harus Istiqomah

Agung pun mengemukakan kalau modal ia membangun cafenya setidaknya menghabiskan biaya sekitar 300-an juta, yang banyak teralokasi ke biaya sewa ruko, dekorasi, dan interior. Modal 300-an juta tersebut diterima Agung dari orangtuanya.

“Saya dimudahkan karena orang tua berani dan percaya ke saya, memberikan uang sebesar itu. Banyak di sana orang tua kawan yang kaya-kaya tapi gak rela gak percaya mengeluarkan modal sebanyak itu untuk modal usaha anaknya. Saya beruntung, orang tua percaya,” katanya.

samyang

Samyang Geprek, salah satu menu di Waroeng Nek Ompong

Meski demikian, Agung menyarankan buat mereka yang ingin memulai usaha namun mengalami keterbatasan modal agar jangan patah semangat.

“Harus istiqomah, tekun, jangan gampang menyerah,” tekannya.

Rencana Ke Depan

Ke depannya, Agung tetap ingin memperkuat promosi via media sosial, khususnya instagram. Ia juga tidak berhenti membagi brosur-brosur dan mendaftarkan usahanya ke Go Food.

“Waroeng Nek Ompong ini buka 24 jam, sayangnya belum terlalu banyak yang tau. Ke depannya hal ini akan lebih kami promosikan,” tuturnya.

Putra pertama dari tiga bersaudara ini juga berencana ingin lebih memaksimalkan ruko yang disewanya.

“Waroeng Nek Ompong ini kan ada beberapa lantai. Nanti rencananya lantai dua mau diarahkan ke tempat meeting dan perayaan ulang tahun. Lantai ketiganya sendiri mau dibikin kos-kosan, tapi sementara untuk karyawan-karyaan saya dulu yang saya bawa langsung dari tempat kelahiran saya, Langsa, Aceh. Di sana, banyak anak muda luntang lantung gak ada kerjaan, saya ajak ke Medan, kerja, niatnya untuk membantu,” paparnya.

RESEP AYAM GEPREK

BIODATA

Nama Lengkap : Agung Pratama
Tempat, Tanggal Lahir : Langsa, 11 September 1988
Status : Menikah, 1 anak
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : S1 Ilmu Akuntasi, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
No. Telepon : 0821 6747 2402
Alamat : Jalan Ayahanda, Medan
Sosial Media : @agungpratamasumitro
Peta Lokasi Waroeng Nek Ompong :