Bakso Dicky, Rasanya Mumpuni


MEDAN. Selain pencicip makanan halal di Medan, kami juga adalah bakso hunter. Kali ini kami mencicipi Bakso Dicky. Sampai saat ini, ini adalah salah satu dari lima bakso paling enak di Medan, jangan tanya yang empat lagi dimana, cukup baca resensi kami sebelum-sebelumnya saja.

Saat sampai di warung Bakso Dicky ini, pertama-tama anda akan menelan ludah karena mencium wangi kuah baksonya. Baru kuahnya saja sudah wangi, apalagi rasanya.

Tidak mengada-ada, kuah bakso yang rasanya suedep ini warnanya bening kekuningan. Seperti menyesap kaldu kepiting laut segar, namun lebih suedep lagi. Kita sama sekali tidak mengarang-ngarang. Campuran kuah suedep dengan potongan daun bawang/sop, dan bawang goreng ini sempurna sekali rasanya. Kuahnya lembut, hangat. Jangan tanya bagaimana rasa kuah yang lembut, anda harus mencobanya sendiri agar paham maksud ‘lembut’ itu.

Bayangkan anda duduk di tepi pantai, di bawah payung, sedang disuguhi hidangan sop kepiting laut segar dengan taburan daun sop/bawang dan bawang goreng. Uap dari sup kepiting ini saja bahkan sudah mengundang selera. Nah, seperti itulah kira-kira rasanya. Bakso Dicky ini sempurna dengan kesederhanaannya. Saat kita makan di warung bakso lain, mungkin kita harus menambahkan sedikit cabai, saus, atau kecap agar rasanya sempurna. Kalau di warung Bakso Dicky ini, anda tidak perlu menambahkan apa-apa, rasanya sudah sempurna. Mungkin kalau anda suka dengan rasa pedas bisa menambah sedikit cabai, tapi secara keseluruhan tidak perlu. Cukup duduk, pesan satu mangkok, rasakan kuahnya terlebih dahulu, dan anda tahu sudah berada di warung bakso yang tepat.

Lalu apa? Harganya murah kok. Hanya sekitar sepuluh ribu rupiah saja. Jika anda memesan kelapa muda sebagai minumnya, anda hanya akan dikenakan harga sekitar delapan belas ribu. Bakso ini ada di Jalan. Denai, di samping Gang Amal. Sangat mudah ditemukan karena memang warungnya yang selalu penuh oleh pengunjung. Yang terakhir, Jangan lupa baca doa sebelum makan ya, dan jangan menyisakan makanan walau hanya sedikit, karena mungkin berkah Allah SWT ada di suapan terakhir. (mhm/02)