Bebek Goreng Haji Slamet, Gurihnya Dapet

MEDAN. Hari sudah gelap ketika saya memutuskan singgah ke warung Bebek Goreng Haji Slamet di Jl. D.I. Panjaitan, Medan. Wangi daging bebek goreng yang menguar dari dalam warung menggoda saya untuk singgah. Warung yang baru buka belum sampai sebulan ini menjual aneka makanan olahan daging bebek. Paha Bebek Goreng, Dada Bebek Goreng, Bebek Utuh, dan masih banyak lagi, warung ini juga menjual makanan olahan daging ayam.

Daging bebek goreng yang masih panas disajikan di depan saya. Bersama dengan Sambal Korek, Tahu Tempe, Sayur Lalapan, dan Air Mineral. Di warung bebek ini, untuk Sambal Korek dan Sayur Lalapan akan diberikan gratis. Sambal Korek sendiri adalah sambal cabai hijau yang diĀ ulek. Sambal ini cukup pedas untuk ukuran cabai hijau, mungkin sudah ditambahi dengan cabai rawit agar lebih terasa pedasnya.

Untuk ukuran rasa sendiri, bagi saya rasa daging bebek goreng ini sangat enak. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Daging yang gurih ini mampu membuat saya makan tanpa berhenti. Sambal Korek yang disajikan juga terasa sangat cocok dengan daging bebek goreng yang gurih. Untuk meminimalisir rasa pedas akibat Sambal Korek, maka Sayur Lalapan yang disajikan gratis menjadi obatnya. Rasa gurih daging bebek sangat pas dipadukan dengan Sambal Korek yang dan nasi yang hangat.

Seporsi daging bebek ini harganya sangat terjangkau, untuk paha bebek sendiri harganya tidak sampai dua puluh ribu rupiah, karena masih dalam masa promosi sampai bulan desember nanti. Cukup merogoh kocek sekitar tiga puluh ribu rupiah, maka kita bisa menikmati daging bebek yang gurih.

Letak warung ini ada di Jl. D.I. Panjaitan, Medan. Kalau kita masuk dari Jl. Gadjah Mada, belok kiri dan kita akan menemukan warung Bebek Goreng. Warung ini tidak jauh dari simpang empat D.I. Panjaitan dan Gadjah Mada. Bebek goreng ini sangat pas untuk dimasukkan dalam daftar makanan yang harus anda coba. Yang terakhir, jangan sisakan makanan yang anda pesan, karena mungkin saja berkah Allah SWT ada di suapan makanan yang terakhir. (mhm/02)