Beramen-ramen Ria di Renjiro Sushi


MEDAN. Kami adalah penggemar berat mie. Mulai dari mie gomak yang khas Batak, hingga spaghetti asal Italia yang kenyal-kenyal menggemaskan. Jika saja fakta membuktikan kalau mengkonsumsi mie instan – yang apabila diiklankan di layar kaca selalu berhasil membuat air liur kami menetes – itu menyehatkan dan tidak berefek buruk bagi kesehatan tubuh, niscaya kami akan mengkonsumsinya lima kali sehari, pagi, siang, sore, malam, dan tengah malam. Suer!

Kecintaan akan panganan dari gandum atau terigu inilah yang membuat kami memutuskan untuk kembali menikmati ramen, jenis mie yang katanya berasal dari China. Renjiro Sushi adalah nama restoran yang menjadi pilihan kami. Restoran ini berlokasi di Jalan. H. Mizbah Kompleks Multatuli Blok CC No. 12-13, di seberang Lekker Urban Food House.

Siang itu (02/02), kami pun mengunjungi Renjiro Sushi. Karena berupa ruko, restoran dua lantai ini terlihat tidak cukup besar dari luar, namun begitu masuk ke dalam ternyata tempatnya cukup nyaman. Di lantai satu kita dapat menikmati sajian dengan duduk di atas kursi empuk atau sofa, sedangkan tatami tersedia di lantai dua. Para pramusajinya juga cukup ramah dan cekatan.

Begitu melihat menu, kami langsung menuju ke bagian ramen. Setelah melihat, menatap, dan mempertimbangkan pilihan rame yang tertera di menu, akhirnya kami memutuskan untuk memesan lima jenis hidangan yang berbeda. Mereka adalah Renjiro Special Ramen, Renjiro Chicken Udon, Renjiro Chicken Ramen, Curry Udon, dan Chicken Katsu Ramen. Penulis sendiri memesan Renjiro Special Ramen, sedangkan empat hidangan lain masing-masing untuk keempat kerabat yang penulis ajak, dengan harapan penulis bisa mencoba rasa dan aroma dari lima hidangan berbeda.

Tak lama berselang, datanglah menu yang kami pesan. Empat buah ramen, dan satu buah udon yang dihidangkan dalam sebuah mangkok besar. Karena porsinya cukup banyak, pramusaji juga memberikan kita sebuah mangkok kecil dan sendok sayur. Jadi kita bisa menikmati ramen dan udonnya sedikit demi sedikit di mangkok kecil tadi.

Setelah berdoa, kami pun menyantapnya dengan cukup lahan. Tiga suapan awal Renjiro Special Ramen, memberikan sensasi rasa yang cukup nikmat di dalam mulut. Selain ramen-nya yang lembut, kuah kaldu dari Renjiro Special Ramen juga memberikan sensasi segar hidangan laut. Hal ini wajar karena terdapat potongan cumi, udang, bakso ikan, rumput laut, dan tiram di dalam seporsi Renjiro Special Ramen. Hidangan ini menurut kami juga sudah dimodifikasi mengikuti lidah orang Medan yang suka makanan pedas, sebab kuahnya menghadirkan sensasi pedas yang pas dan mantap. Selain itu kita juga dimanjakan dengan potongan telur bebek rebus yang lemak, jamur enoki yang memberi rasa manis yang ringan, potongan sawi yang segar, potongan tahu, hingga taburan daun bawang dan biji wijen hitam. Subhanallah, enaaaaak.

Selesai mencicipi Renjiro Special Ramen, kini waktunya mencoba hidangan lain. Berbeda dengan Renjiro Special Ramen yang didominasi rasa seafood dan sedikit pedas, Chicken Katsu Ramen menghadirkan kuah kaldu yang lebih ringan. Kuah kaldunya didominasi rasa rumput laut. Menariknya, selain seporsi ramen, kita juga disuguhi seporsi chicken katsu, ayam goreng tepung khas Jepang.

Menu selanjutnya yang sudah antri untuk dicoba adalah Curry Udon. Sesuai namanya, hidangan ini menyuguhkan udon yang dibalut dengan kuah kari spesial. Sama seperti ramen, udon dibuat dari tepung terigu, bedanya udon yang merupakan mie khas Jepang ini memilki diameter di atas 1,7 mm, jauh lebih besar daripada diameter ramen. Curry Udon yang disajikan disini menawarkan kuah kari yang tidak begitu kental, namun kaya cita rasa. Udonnya sendiri cukup lembut di mulut. Hidangan ini juga dilengkapi wortel, kentang, suwiran daging sapi, dan taburan daun bawang. Berbeda dengan dua hidangan sebelumnya, curry udon ini rasanya lebih berat dan lebih cepat membuat perut terasa penuh.

Dua menu selanjutnya adalah Renjiro Chicken Udon dan Renjiro Chicken Ramen. Dua menu ini cukup identik, bedanya satu memakai ramen, dan satunya lagi memakai udon. Ciri khas kedua menu ini adalah kuah kaldunya yang memakai susu cair dan mampu menghadirkan rasa gurih dan segar. Potongan telur bebek, suwiran daging ayam, rumput laut, bakso ikan, jamur, dan taburan biji wijen hitam menghadirkan sensasi rasa yang khas.

Dari kelima menu tadi, yang jadi juaranya menurut kami adalah Renjiro Special Ramen yang pedas dan sangat seafood. Seporsi menu ini dihargai enam puluh lima ribu perak, sedangkan harga untuk keempat menu lainnya mulai dari empat  puluh lima ribu hingga lima puluh lima ribu perak. Harga segitu memang terkesan agak mahal, namun cukup standar untuk ukuran restoran Jepang. Lagipula, seporsi ramen ini sebenarnya cukup untuk dimakan untuk dua orang.

Jika ingin berhemat, untuk minumannya anda bisa memesan ocha (the hijau) hangat ataupun dingin yang disajikan secara gratis.

Satu menu lagi yang kami rekomendasikan disini adalah salmon skin. Kulit ikan salmon yang dibaluri tepung khas. Rasanya gurih, apalagi jika dicocol dengan sambal kecap pedasnya.

Mengenai kehalalannya, salah seorang pemilik Renjiro Sushi secara langsung menyampaikan kepada kami kalau restorannya sama sekali tidak memakai unsur “pork“, dan sejenisnya. Namun, beberapa menu masih memakai sake dan mirin yang mengandung alkohol. Syukur alhamdulillah, si pemilik restoran beserta chef-nya menjamin kalau semua jenis ramen dan udon yang disajikan disini bebas sake, mirin, apalagi “pork”.¬†

Saya jamin semua jenis ramen disini bebas mirin, sake, apalagi pork,” kata pria berkacamata yang masih cukup muda tersebut.

Jadi, jika kita ingin beramen-ramen ria, mencicipi ramen yang lezat dan halal, Renjiro Sushi layak dijadikan pilihan. (mhm/01)