Blogger Perempuan Paling Hits di Medan: Mollyta Mochtar

MEDAN. Jika ada pertanyaan “siapakah blogger perempuan paling hits di kota Medan ?” Mollyta Mochtar tentulah jadi jawabannya. Titel ini sudah resmi disematkan ke Mollyta oleh komunitas blogger se-kota Medan, di perayaan ulang tahun mereka yang ke-2, 12 Februari 2017.

Mollyta sendiri mulai rutin menulis di blog sejak tahun 2014. Berbekal stok-stok foto menarik yang ia jepret saat liburan bersama suami, sarjana ekonomi ini pun memutuskan untuk membagikannya lewat blog.

“Sayang rasanya kalau semua foto jalan-jalan diposting di sosial media. Terus karena aku dari dulu memang senang nulis, suami nyaranin aku untuk mulai ngeblog,” tutur Mollyta.

blogger mollyta

Mollyta saat berlibur naik balon udara di Cappadocia, Turki. Kredit: mollyta.com

Sebelum rajin ngeblog, lulusan Universitas Islam Bandung ini sempat bekerja di sebuah bank swasta selama empat tahun.

“Karena bosan, aku pun resign dari bank. Aku juga sempat buka usaha salon kecantikan pada tahun 2006. Usaha ini juga akhirnya bubar karena si abang (suami, red) bolak-balik Medan Batam karena kerjaan,” paparnya.

Mollyta bercerita, tulisan pertama di blognya yang beralamat di mollyta.com adalah tentang makanan. Seiring waktu berjalan, anak pertama dari tiga orang bersaudara ini akhirnya lebih nyaman menulis di genre travel dan lifestyle.

“Awalnya aku lebih banyak review soal kuliner, tapi gak spesifik, karena memang senang nongkrong. Lama kelamaan aku sadar kalo aku bukan tukang makan, passion di kuliner gak begitu kuat. Akhirnya aku lebih konsentrasi menulis tentang travelling dan lifestyle, karena passion memang di situ,” tuturnya panjang lebar.

Pentingnya Berkomunitas

Setelah empat bulan menyalurkan hobi menulisnya via blog, Mollyta pun berinisiatif untuk mencari dan bergabung dengan komunitas blogger. Akhirnya ia pun bergabung ke dalam komunitas Blogger Medan (Blog M). Perempuan berkacamata ini percaya seorang kalau seorang blogger penting untuk bergabung ke dalam komunitas blog.

blogger hijab

Mollyta dalam acara bersama komunitas Hijabers Medan. Kredit: mollyta.com

“Dengan berkomunitas, kita bisa manfaatkan networking-nya, kita bisa manfaatkan kerjasama dengan teman-teman yang ahli dari bidang lain, informasi tentang kegiatan-kegiatan kepenulisan juga lebih banyak didapat dari komunitas,” lanjutnya.

Mollyta pun mengacungi jempol atas perkembangan blogger di Medan, yang sekarang lebih bagus dibandingkan tiga tahun lalu.

“Komunitas blogger medan udah sering gabung ke kegiatan komunitas lain, udah kerjasama dengan beberapa brand, dan masing-masing personal di komunitas udah bisa ngembangin diri sesuai potensinya. Dengan sendirinya nama komunitas akan naik dari aktivitas anggotanya. Blog M udah cukup oke, salut untuk kerja keras pengurusnya,” paparnya lagi.

Selanjutnya, dengan niat mencari lebih banyak teman dan networking, istri dari Armansyah Putra ini kembali mencari komunitas blogger dengan skala nasional.

“Aku juga gabung di KEB (Komunitas Emak Blogger), lanjut juga gabung ke komunitas Blogger Perempuan yang skalanya nasional,” imbuhnya.

“Salah satu pengalaman paling berkesan saat ngeblog adalah saat diundang trip ke Madura bersama 40 blogger senusantara yang selama ini cuma bisa berinteraksi di dunia maya. Alhamdulillah, aku direkomendasikan Kak Indah dari KEB, dan akhirnya jalan-jalan di empat kabupaten di Madura untuk mempromosikan wisata dan budaya,” sambungnya lagi.

blogger farm trip

Mollyta dan para blogger peserta trip ke Madura. Kredit: mollyta.com

“Aku juga diajak ke Batam dan Singapura oleh XL dalam rangka media gathering dan alhamdulillah bulan ini aku mau ke Thailand karena menang lomba ngeblog,” tambahnya.

Seiring dengan semakin rutinnya Mollyta menulis di blognya, ia pun beberapa kali mendapatkan kesempatan baik seperti review produk di blognya, content placement, hingga diundang untuk melakukan review hotel dan restorannya.

Meski demikian, Mollyta mengutarakan kalau ia tidak memiliki jadwal khusus untuk mempublikasikan tulisan di blognya.

“Gak ada schedule khusus untuk kapan ngeblog, tapi minimal seminggu satu, kalau bisa dua ya dua, kadang udah banyak draft jadi numpuk, gak ketulis juga, hahaha”.

“Aku ngeblog gak terlalu sering, karena takut kalau terlalu sering berpengaruh ke kualitas konten. Aku berprinsip menulis di blog gak apa-apa kalau gak terlalu sering asalkan setiap menulis kualitas kontennya dijaga,” tekadnya.

Selain itu, musibah tragis yang merenggut nyawa orang yang dicintainya juga dijadikan Mollyta untuk fokus menuangkan emosinya ke dalam tulisan-tulisannya.

“Hikmah dari kejadian itu besar buat aku,” tuturnya.

Tips dan Trik Jadi Blogger Terhits

Mollyta tertawa ketika kami bertanya mengenai tips dan trik agar bisa menjadi blogger terhits seperti dirinya. Dengan rendah hati ia kembali menyampaikan agar bergabung ke komunitas blogger.

“Aku belajar banyak dari kawan-kawan di Blog M dan pentolan-pentolannya KEB. Sering-sering datang dan gabung ke kegiatan offline-nya, siapa tau ada brand yang tertarik,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia menyarankan agar seorang blogger harus menjadi diri sendiri, jangan terbawa arus yang sedang tren.

mollyta mochtar blogger medna

Mollyta Mochtar

“Jangan takut gak bisa nulis atau gaya bahasa kita gak berkenan buat orang yang ngebaca, aku aja yang gak punya backgorund jurnalistik udah buktiin kalo aku bisa, yang penting jangan ninggalkan ciri khas kita, jangan lagi ramai nulis isu tertentu kita ikut-ikutan. Soal menulis sesuai EYD itu tergantung ke masing-masing pribadi blogger tapi usahakan gak ada typo (salah ketik, red),” sambungnya.

Selain itu, sebagai seorang perempuan, Mollyta berpendapat kalau sebenarnya blogger perempuan punya potensi yang lebih tinggi daripada blogger laki-laki.

“Perempuan kan biasanya lebih detil, dan lebih mudah untuk saling connect di beberapa acara, itu yang aku lihat. Di Medan sendiri sih cukup banyak blogger perempuan, tapi yang aktif menulis bisa dihitung dengan jari,” tegasnya.

Saran Mollyta selanjutnya adalah seorang blogger akan lebih bagus kalau memiliki kemampuan fotografi.

“Kalau mengerti tentang fotografi, foto-foto di blognya pasti lebih bagus. Jadi menurutku seorang blogger paling tidak harus mengerti pengetahuan dasar tentang fotografi, terserah genrenya genre apa,” saran perempuan yang memilih Restoran Tip Top sebagai salah satu tempat nongkrong favoritnya.

Mollyta menekankan agar blogger juga menguatkan sosial medianya, terutama instagram.

“Itu udah jadi satu kesatuan, nulis di blog terus link-nya di-publish di semua sosial media,” katanya.

Meski demikian, Mollyta tidak setuju kalau foodies di instagram juga disebut sebagai blogger. 

Food Instagramer enggak selalu identik dengan food blogger, soalnya banyak orang menganggapnya sama. Namanya aja blogger harus punya blog dan di-update, kalo foodies itu kan lebih cocok ke instagrammers. ” lanjutnya.

Rencana ke Depan

Ke depannya, Mollyta berkeinginan untuk membuat sebuah buku, meski ia sendiri belum sempat mengumpulkan bahan-bahanya.

Mollyta dan suami berlibur bersama. Kredit: mollyta.com

“Ada teman blogger dari Semarang yang udah punya buku nawarin aku, tapi belum sempat diseriusin. Menurutku, sebagai seorang penulis pencapaian tertingginya ya punya buka sendiri, kalau belum punya buku sendiri rasanya gimaaaa gitu,” tutupnya.

 

Biodata

Nama : Mollyta Mochtar
Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 2 Maret 1974
Agama : Islam
Status : Menikah
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga, Full Time Blogger
Instagram & Twitter: @mymoyi

Email : mymollymol@gmail.com