Hijrah Dengan Berwirausaha Burger Hijrah: M. Rickyandi Ginting

MEDAN. Alhamdulillah, kini semakin banyak saja anak muda yang memutuskan untuk berwirausaha, membangun bisnisnya sendiri dengan cara-cara yang lebih islami. Salah satunya adalah Muhammad Rickyandi Ginting (akrab dipanggil Ricky), pemilik Burger Hijrah. Sebelum memutuskan untuk berhijrah, Ricky adalah seorang karyawan kontrak di salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

“Aku memang ingin hijrah dari dunia kerja kantoran, dan pengen buat usaha sendiri. Selain itu karena statusku di BUMN itu masih karyawan kontrak, bukan tetap. Aku kan tamatan D IV, dan di BUMN itu untuk penerimaan minimal harus S 1,” paparnya.

RICKY PEMILIK BURGER HIJRAH

Niat Ricky untuk membuka usaha sendiri sempat ditentang orang tuanya. Oleh karena itu, demi menyenangkan kedua orang tuanya, pasca berhenti dari BUMN, Ricky masih melamar pekerjaan ke sana ke mari.

“Capek-capek kuliah ujung-ujungnya jualan, anak SD pun bisa jualan, kata orang tua waktu itu,” tuturnya.

Akhirnya dengan kegigihan dan doa, aku berhasil meyakinkan orang tua dan bilang kalau memang mungkin rejekiku memang di sini.

“Alhamdulillah akhirnya orang tua ngemodalin aku buat usaha ini,” kenangnya.

Akhir Maret 2017, Ricky pun mendirilkan sebuah gerai burger pinggir jalan sederhana bertitel “Burger Hijrah”. Dinamakan demikian karena Ricky karena memang dengan berjualan burger ini dia melakukan hijrah, alih profesi dari pegawai kantoran ke wirausahawan.

PLANG BURGER HIJRAH

Lokasinya sendiri berada di sekitaran Jalan Amaliun, Medan. Usaha kuliner dipilih Ricky karena hobinya sendiri memang memasak. Anak kedua dari tiga bersaudara ini menyampaikan, ia mulai rajin masak sejak sering ikut fitnes.

“Supaya menghindari makanan-makanan gak sehat, sejak nge-gym aku jadi makin rajin masak sendiri, dari dada ayam, telur, sayur,” ungkapnya.

Usaha burger pun dipilihnya karena proses masak dan penyajiannya yang cukup simple.

“Burger itu kan cukup simple, utamanya cuma telur, daging, dan roti. Terus burger bisa punya banyak variasi seperti jenis patty-nya dan lainnya,” sambung pria berumur 25 tahun ini.

BURGER HIJRAH ENAK

“Lokasinya ini di halaman rumah nenek, jadi alhamdulillah gak keluar lagi biaya sewa,” lanjutnya.

Strategi selanjutnya untuk mendatangkan pembeli ke gerainya yang baru buka adalah dengan mempromosikannya ke keluarga dan kawan-kawan terdekat. Ricky juga memanfaatkan sosial media seperti instagram.

Untuk membuat produknya berbeda dengan produk sejenis, Ricky pun membuat sendiri patty (olahan daging burger) dan saosnya. Untuk patty sendiri tersedia dua jenis daging, ayam dan sapi.

SUASANA DI BURGER HIJRAH

Berkat kegigihannya kini Ricky pun mulai memanen jerih payahnya. Kini per bulannya setidaknya Ricky bisa menghasilkan sekitar tiga juta Rupiah.

“Burger Hijrah buka sekitar jam dua siang sampai jam sebelas malam, hanya tutup hari Jum’at. Aku juga udah daftar ke Go Jek, biar naikin omset,” katanya lagi.

Kepada kami, ia menitipkan saran teruntuk anak muda yang ingin memulai berwirausaha.

BURGER HIJRAH MEDAN

Transaksi jual beli di Burger Hijrah

“Jangan pernah takut untuk mencoba, kita gak akan tau sukses di usaha mana, dan kapan. Insya Allah rezeki ada, asalkan dicari dan terus berdoa,” tutupnya.

BIODATA
Nama Lengkap : Muhammad RIckyandi Ginting
Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 9 September 1992
Alamat : Jalan Amaliun, Medan
Pendidikan Terakhir : D IV Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan
Agama : Islam
Status : Belum menikah
Email : rickyandiginting@gmail.com
Telegram : @rickyandigtg
Instagram : @burgerhijrah

Peta lokasi :