House of Alchemy, Modern Gilda, dan Wazir Tikwan

Jalan yang berkelok naik dan turun, pepohonan rindang di kiri dan kanan menjadi teman seperjalanan kami menuju kediaman seorang cendikia pemilik House of Alchemy. Nuansa klasik pekat terasa saat memasuki kediamannya. Jauh dari hiruk pikuk kota, kebisingan tak berarti dan keheningan yang dipaksakan, namun lekat pada suara alam yang saling sahut-menyahut dan sambut-menyambut. Hening dalam gemerisik angin, teduh dalam rintik hujan dan damai di antara rindangnya taman-taman buatan.

Peta dagang saudagar Islam pada masa Turki Utsmani terpajang dalam bingkai kayu tak berdebu di ruang tamu. Buku-buku yang tersusun di rak-rak kayu berpelitur dan barang-barang antik yang tersusun rapi membuat saya jatuh hati. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, saat di mana manusia berorientasi pada hubungan antar personal, kualitas dan kenikmatan dalam berproses.

Cendikiawan ini bernama Tikwan Raya Siregar, Pemilik House of Alchemy, Wazir Amirat Indonesia, Sang Penyair Ulung, Salah Satu Yang Tercerahkan. (Bukan ikut-ikut Game Of Thrones, tapi karena memang gelar ini layak beliau sandang). Diskusi kami selama setengah hari membawa saya pada sebuah dimensi dunia yang berbeda. Saat Gilda-Gilda masih menjamur, Syari’at sebagai payung hukum dan Islam yang saat itu merasuk ke dalam sukma dan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Beliau kurang sreg dikatakan sebagai UKM, namun ia lebih suka disebut Gilda. Walaupun masih dalam terminologi yang sama, namun makna Gilda jauh lebih luas dibanding UKM. Dalam dunia yang dikuasai oleh produk-produk pabrikan massal yang mementingkan kuantitas daripada kualitas, UKM menjadi penyeimbang yang menyediakan produk berkualitas yang terbatas. Namun hari ini, sudah sedikit dari mereka yang mementingkan kualitas. Sehingga proses produksi dicurangi menggunakan bahan-bahan tidak berkualitas. Contohnya saja beberapa produk makanan olahan yang marak ditambahkan pengawet untuk mayat, penguat rasa buatan yang berbahaya bagi kesehatan, kopi giling yang dicampur dengan pinang atau jagung, saus dari tomat dan cabai busuk, pewarna tekstil untuk makanan dan masih banyak lainnya. Merek amelakukannya untukmenekan cost produksi agar mendapatkan laba penjualan yang berlipat.

Kecurangan ini masih dalam kategori produk makanan, belum lagi masuk pada kategori produk olahan lain seperti produk-produk leather yang menggunakan bahan kulit buatan namun dicap orisinil. Tidak semua UKM melakukannya namun praktek ini marak terjadi di sekitar kita.

 

Gilda, kata ini hidup sekitar abad 18, dimaknai secara singkat sebagai produksi rumahan yang mementingkan kualitas daripada kuantitas. Mereka berdagang bukan semata-mata untuk mencari uang namun memberikan produk berkualitas yang tak lekang dimakan zaman. Mereka tidak menggunakan ukuran standar dalam pakaian seperti kita sekarang, namun menjahitnya sesuai ukuran dan dengan model yang diinginkan masing-masing pelanggan, bukan dengan model yang dipaksakan sama seperti masa kita sekarang. Mereka meracik bumbu menggunakan rempah-rempah pilihan, menghidangkan makanan dengan bahan terbaik, semuanya dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa hidup tidak semata-mata mencari keuntungan. Sikap mereka ini menaikkan taraf hidup masyarakat pada masa itu. Bagaimana tidak? Harga 1 sabun pada masa itu adalah 3 dirham yang hari ini setara dengan dua ratus sepuluh ribu Rupiah. Kalau sabun saja harganya dua ratus sepuluh ribu Rupiah, bagaimana lagi dengan beras 1 karung?

House of Alchemy

Selain karena hal di atas, Gilda juga merupakan tulang punggung perekonomian kekhilafahan yang menjadikan masyarakat sebagai produsen langsung dengan ciri khasnya masing-masing, bukan masyarakat konsumtif yang menjadi realita kita hari ini dan telah melupakan hal-hal penting mendasar. Mereka lupa bagaimana bercocok tanam, menggembala hewan ternak, memanen sawah dan kebun, bagaimana mengolah kulit hewan sehingga layak dipakai, silver dan blacksmithing, mengolah sabun, mengolah bumbu masakan, kebutuhan-kebutuhan lainnya dan menyerahkan semuanya pada mesin yang sudah terprogram. Sehingga mayoritas kita hanya tahu bagaimana mencari uang untuk memenuhi kebutuhan, dan uang menjadi prioritas utama dalam kehidupan.

Ya, karena alasan tersebut, Wazir Tikwan lebih senang disebut Gilda daripada UKM.

Beliau memproduksi virgin coconut oil dan produk turunan kelapa lainnya. Ada body butter (pre-order), Sabun yang dicampur dengan berbagai macah rempah, biji dan bunga, lip balm, tendencare, masker serta beard oil untuk kesuburan brewok dan jenggot. Produknya terbukti sangat berkualitas karena saya sudah mencobanya sendiri, alhamdulillah jerawat kecil dan komedo yang biasa menumpuk di sekitar hidung sudah sangat berkurang.

House of Alchemy

“Bukan karena sabun saya sangat berkhasiat, tapi karena tubuh kita secara fitrah menerimanya karena menggunakan bahan yang alami. Tidak hanya sabun atau produk saya, tapi produk sabun apapun yang alami pasti bagus untuk tubuh. Jadi banyak pelanggan yang bilang jerawatnya hilang setelah pakai produk ini, alhamdulillah,” ujarnya pada saya saat bertanya beda sabun racikannya dengan sabun-sabun lain.

Produk House of Alchemy memang diharuskan berkualitas oleh Wazir Tikwan. Karena baginya berdagang tidak hanya mencari keuntungan. Seperti virgin coconut oil yang ternyata bisa dijadikan sebagai obat kolesterol, ia memproduksinya terbatas demi menjaga mutu dan kualitasnya. Walaupun begitu, penjualan House of Alchemy sudah merambah ke beberapa pulau di luar Sumatera.

Produk-produk House of Alchemy dijual dengan harga yang terjangkau. VCO (virgin coconut oil) dijual seratus lima puluh ribu Rupiah. Sabun berbagai varian dan ukuran dijual mulai dari 35 sampai 20 ribu Rupiah, lip balm 10 ribu Rupiah, tendencare 50 ribu Rupiah, bodybutter (pre-order) 125 ribu Rupiah, dan masker 50 ribu Rupiah. Produk-produk House of Alchemy juga menerima pembayaran menggunakan Dinar dan Dirham.

Harga produk House of Alchemy tidak sebanding dengan kualitas yang diberikan. Semangat Gilda memang benar-benar terpatri dalam diri Wazir Tikwan beserta produk-produk olahannya. Semoga dengan semangat ini, semakin banyak orang yang termotivasi untuk ikut memperbaiki kualitas hidup dengan mengedepankan kualitas daripada kuantitas.

Untuk kamu yang ingin pesan produk-produk House of Alchemy, bisa langsung catat informasi ini ya :
House of Alchemy
Jl. Mambang Diawan III No. 1
+62 811 6080 40

(mhm02/MZ).