Nikmatnya Wisata Keliling Medan dalam Sehari

MHM.ASIA. Obyek wisata di kota Medan didominasi oleh wisata religi dan sejarah. Karena letaknya yang tidak terlalu berjauhan, MHM.Asia berhasil melahap habis semua obyek wisata di ibukota Sumatera Utara ini hanya dalam waktu sehari. Berikut beberapa obyek wisata di dalam kota Medan yang MHM.Asia urutkan berdasarkan abjad.

Graha Santa Maria Annai Velangkani

Graha Santa Maria Annai Velangkani adalah sebuah gereja Katolik. Gereja ini unik karena desain arsitektur khas Indo-Mogul dan menyerupai sebuah kuil Hindu.

Medan, Graha Santa Maria Annai Velangkani

Gereja yang didesain oleh Pastor James Bharataputra S.J ini pada awalnya diperuntukkan bagi umat Katolik Tamil yang ada di Medan. Namun dalam perkembangannya, semua umat Katolik dapat datang, beribadah dan berziarah di
gereja yang diresmikan pada 1 Oktober 2005 ini.

Alamat:
Jl. Sakura III No. 7-10, Perumahan Taman Sakura
Indah, Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Sumatera Utara

Telp. 061 – 8201943
Tiket Masuk: Gratis

 

Istana Maimun

Istana Maimun bisa dikatakan sebagai salah satu Ikon kota Medan. Istana seluas 2.772 m2 ini didirikan oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah yang merupakan keturunan raja ke-9 Kesultanan Deli. Istana yang memiliki 30 ruangan ini dibangun pada 26 Agustus 1888 dan baru diresmikan pada 18 Mei 1891. Istana yang warnaya didominasi kuning (warna khas Melayu) ini memiliki arsitektur yang unik, yang memadukan beberapa unsur kebudayaan, mulai dari  melayu, Islam, Spanyol, India dan Italia.
Medan, Istana Maimun

Tepat di sebelah kanan Istana Maimun terdapat sebuah bangunan kecil berisi Meriam Puntung, meriam legenda yang konon merupakan jelmaan saudara laki-laki Putri Hijau, putri cantik nan jelita di Kerajaan Deli.

Alamat:
Jalan Brigjend Katamso.
Jam Berkunjung: 08.00 – 17.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 5.000

 

Kuil Hindu Shri Mariamman

Kuil ini adalah kuil Hindu tertua di Medan yang dibangun pada 1884 untuk memuja Dewi Mariamman. Menurut kepercayaan Umat Hindu, Dewi Mariamman adalah dewi yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, hingga menurunkan hujan ketika kemarau melanda.
Medan, Kuil Hindu Shri Mariamman

Kuil yang dibangun oleh Gurdhuara Sahib ini terletak tepat di tengah kota Medan. Arsitektur kuil ini cukup kental dengan atmosfer India dengan patung-patung dewa serta lukisan bunga yang berwarna-warni. Peresmian penggunaan kuil ini untuk umat Hindu dilaksanakan pada 23 Oktober 1992, oleh Gubernur Sumatera Utara H. Raja Inal Siregar.

Alamat:
Jalan Teuku Umar No. 18.
Jam berkunjung: 06.00 – 12.00 WIB dan 16.00 – 20.00 WIB
Tiket Masuk: Gratis

 

Mesjid Lama Gang Bengkok

Mesjid ini berdiri sejak 1890 (lebih tua daripada Mesjid Raya Al-Mashun Medan) dan dibangun atas
kedermawanan Tjong A Fie, saudagar kaya Medan keturunan Tionghoa.
Medan, Mesjid Gang Bengkok

Arsitektur mesjid yang didominasi warna kuning dan hijau ini menggabungkan unsur Tionghoa,
Persia, dan Melayu.

Alamat:
Jalan Mesjid.

 

Mesjid Raya Al-Mashun Medan

Mesjid yang jadi landmark kota Medan ini dibangun oleh Sultan Maimun AL Rasyid Perkasa Alam pada 1906 dan selesai 1909. Mesjid megah yang jaraknya hanya 100 meter dari Istana Maimun ini mempunyai denah simetris segi
delapan dalam corak bangunan campuran Maroko, Eropa dan Melayu dan Timur Tengah.
Medan, Mesjid Raya

Bangunan masjidnya terbagi menjadi ruang utama, tempat wudhu, gerbang masuk dan menara. Jendela-jendela yang mengelilingi pintu beranda terbuat dari kayu dengan kaca-kaca patri, sisa peninggalan Art Nouveau periode 1890-1914, yang dipadupadankan dengan kesenian Islam.

Alamat:
Jalan Sisingamangaraja.

Taman Buaya Asam Kumbang

Tempat penangkaran buaya terbesar di Indonesia ini didirikan oleh Loh Than Muk pada tahun 1959. Kini, taman seluas dua hektar ini sudah memiliki lebih dari 2.000 buaya dengan buaya tertua berusia 41 tahun.
Medan, Taman Buaya Asam Kumbang

Waktu paling pas bagi anda untuk mengunjungi taman buaya ini adalah pukul 16.30 WIB, saat penjaga memberi makan ribuan buaya dengan ayam atau itik.

Alamat:
Jl Bunga Raya II No. 59 Desa Asam Kumbang,
Kecamatan Medan Selayang

Jam Berkunjung: 08.30 – 17.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 6.000

 

Tjong Afie Mansion

MHM.Asia mendapat sebuah pelajaran berharga dari Tjong A Fie, orang paling kaya dan paling
berpengaruh se-Medan pada zamannya ini. Kerja keras, kegigihan. kejujuran, dan loyalitas pastilah berbuah kesuksesan. Datang ke Tanah Deli pada 1875, Tjong A Fie hanyalah seorang perantau miskin asal Kwang Tung, Cina. Dengan kegigihan dan kerja kerasnya, tahun 1911, ia diangkat sebagai Kapitan Cina (Majoor der Chineezen) untuk memimpin komunitas Tionghoa di Medan. Tjong A Fie pula yang mendirikan Bank Kesawan, cikal bakal penyimpanan uang di Medan. Berkat hubungan baiknya dengan Sultan Deli, Tjong A Fie menjadi orang Tionghoa pertama yang memiliki perkebunan tembakau.
Medan, Tjong Afie Mansion

Selain kaya raya, Tjong A Fie juga terkenal dermawan. Ia banyak membangun sarana pendidikan, kesehatan, rumah ibadah dan fasilitas umum lainnya. Tjong A Fie meninggal dunia pada 4 Februari 1921 akibat pendarahan di otak. Dalam wasiatnya, Tjong A Fie berpesan agar yayasan yang dibentuknya untuk engelola seluruh kekayaannya, harus memberikan bantuan keuangan pada pemuda berbakat dan berkelakuan baik yang ingin menyelesaikan pendidikan, tanpa membedakan agama, ras, suku, ataupun asal usul.

Cerita lengkap tentang Tjong A Fie ini dapat anda dengar langsung dari para pemandu yang menemani selama mengunjungi kediaman Tjong A Fie yang dikelola langsung oleh cucunya ini. Tjong A Fie Mansion kini menjadi salah satu simbol multi etnis dan kerukunan beragama di Medan.

Alamat:
Jalan Ahmad Yani / Kesawan.
Jam Berkunjung: 09.00 – 17.00 WIB
Tiket Masuk: Rp 35.000

 

Vihara Gunung Timur

Vihara Gunung Timur yang dibangun pada 1960 ini adalah kelenteng Tioghoa (Taoisme) terbesar di Medan. Vihara seluas setengah hektar ini dibangun menghadap ke arah Sungai Babura karena dipercaya mampu membawa kemakmuran.
Medan, Vihara Gunung Timur

Vihara yang sehari-hari menjadi tempat ibadah umat Budha ini memiliki patung naga yag saling berhadapan di atapnya. Selain itu, terdapat lilin-lin besar dan dupa tepat di halaman depan vihara ini.

Alamat:
Jalan Hang Tuah No. 16.
Tiket Masuk: Gratis

 

Tips:

  • Mulailah
    keliling obyek wisata Medan dari Vihara Gunung Timur – Kuil Shri Mariamman
    – Tjong A Fie Mansion, Mesjid Gang Bengkok – Istana  Maimun – Mesjid Raya Al-Mashun – Graha
    Santa Maria Annai Velangkani – Taman Buaya Asam Kumbang
  • Moda
    transportasi utama di Medan adalah angkutan kota (angkot) dan becak motor.
    Tarif angkot adalah Rp 4.000 (tergantung jarak), sedangkan tarif becak
    motor fluktuatif, tergantung jarak, usahakan untuk menawar tarif yang
    disebutkan si pengendara becak motor. Layanan transportasi online seperti gojek, gocar, sudah tersedia di Medan, jadi silahkan dimanfaatkan.