Kopi Baba Menjual Suasana

MEDAN. Jalan Kesawan Medan adalah salah satu daerah wisata di kota Medan. Di sepanjang jalan ini anda dapat menikmati perpaduan antara bangunan modern dan bangunan bersejarah yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Jalan Kesawan juga terkenal sebagai salah satu daerah kuliner di Medan. Bahkan beberapa tahun lalu, jalan ini pada malamnya pernah ditutup dan diubah menjadi sentra kuliner Medan yang dikenal dengan nama “Kesawan Square”. Namun sayang, akibat satu dan lain hal, “Kesawan Square” ditiadakan lagi oleh Pemko Medan.

Malam itu (31/08), tujuan kami adalah mencicipi sajian di salah satu tempat makan sekaligus tempat nongkrong anak muda Medan yang terletak di Jalan Kesawan. Kopi Baba namanya. Kami langsung suka dengan suasana di tempat ini, terasa lapang dan nyaman. Ruangan bebas asap rokok dibuat sedikit lebih kecil dengan sekat kaca dan AC, sedangkan luas “smoking area” sedikit lebih besar dan dilengkapi dengan kipas angin agar pengunjung tidak merasa gerah. Poster-poster iklan “jadul” terlihat menempel di beberapa sudut dinding di tempat ini. Kopi Baba ini juga sepertinya juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk nonton bareng pertandingan sepakbola. Setidaknya terdapat dua buah TV layar datar dan sebuah proyektor yang menggantung di asbes dan menyorot ke arah dinding. Tidak ketinggalan layanan wifi gratis juga siap membuat para pengunjung betah duduk lama-lama.

Seperti yang kami utarakan di atas, lokasi Kopi Baba di Jalan Kesawan ini juga cukup strategis. Istilah anak Medannya, “terpeleset” aja udah bisa sampai ke rumah bersejarah milik Tjong A Fie, orang paling kaya di Medan pada masanya. Jika ingin berbelanja, Pajak Ikan Lama juga sangat dekat dari sini. Lapangan Merdeka, Merdeka Walk, kantor walikota Medan, Grand Palladium Mall, Hotel Aston, Hotel Aryaduta, kantor pos besar Medan, hingga stasiun kereta api bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari sini dengan waktu tempuh lebih kurang lima menit.


Dari sisi suasana dan lokasi, Kopi Baba boleh dibilang juara. Tapi dari sisi kuliner tunggu dulu. Malam itu kami memesan “fried chicken steak” sesuai rekomendasi pelayan yang menyebutkan kalau menu ini adalah salah satu menu favorit disini. Sedangkan untuk minuman sebenarnya ingin pesan kopi, tapi karena kurang suka dan kurang ngerti kopi, akhirnya kami memutuskan untuk pesan teh tarik saja.

Tak berselang lama, datanglah pesanan kami, “fried chicken steak“. Menu ini terdiri dari ayam yang digoreng pake tepung, kentang goreng, sayuran (buncis, jagung, wortel, dan lainnya) plus saus cabe. Setelah beberapa suapan, kami tidak menemukan rasa spesial seperti yang diharapkan. Secara keseluruhan menu yang dihargai empat puluh ribu perak ini ada di level cukup, tidak ada yang begitu istimewa. Karena katanya ini menu favorit, kami jadi sedikit kecewa. Ada niat untuk mencoba menu lain untuk membandingkan dengan, tapi karena perut ini sudah cukup kenyang niat ini pun dibatalkan.

Secara keseluruhan, Kopi Baba bisa dijadikan salah satu tempat nongkrong pilihan bersama teman di pusat kota Medan. Letaknya yang strategis dan suasananya yang nyaman jadi nilai plusnya. (mhm/01)