Menunggu Pagi di Gang Kecil Sebelah Merdeka Walk

Keinginan untuk menghabiskan malam lebih lama dari biasanya pernah dirasakan setiap orang. Menantang gelap dan dinginnya malam dengan kehangatan kebersamaan. Menunggu pagi datang membawa secercah harapan baru, untuk mereka yang percaya bahwa hidup tak pernah menunggu.

Kami telah menantang malam ini dengan gagah berani. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain seperti pencuri. Kehangatan dan kenikmatan di tengah kota yang telah kami nikmati. Dengan teman atau dia yang setiap pagi selalu muncul di hati. Di keramaian yang menyelimuti, tempat ini memberi atmosfir  yang menghangatkan batin.

Tempatnya di sebelah merdeka walk, pusat kota yang selalu ramai setiap hari. Sebuah gang kecil yang diramaikan oleh penjaja makanan di malam hari. Mulai dari Sate Padang sampai Martabak Gappa dan Roti Tissuenya. Semuanya menjadi teman diantara mereka yang menunggu pagi, atau mereka yang berharap malam jangan sampai berakhir.

Tidak mahal, tidak perlu membawa uang segudang, menguras atm, ataupun kartu kredit untuk menantang malam. Cukup beberapa puluh ribu saja, maka kita akan memiliki Sate Padang, Roti Tissue, dan minuman sebagai pelengkap menunggu pagi. Tentu saja jangan lupakan teman atau dia yang selalu di hati, karena kenikmatan tidak akan pernah lengkap tanpa mereka sebagai tempat berbagi.Datanglah saat sore menarik diri, karena anda tidak akan dapat tempat jika malam sudah mengetuk pintu hari. Panjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur dan penghargaan atas makanan, nikmati sampai habis karena berkah dan rahmat-Nya mungkin ada di suapan terakhir. Selamat menunggu pagi. (mhm/02)