Menyesap Kuliner Legendaris di Kota Sabang

SABANG. Akhir Februari lalu, kami berkesempatan mengunjungi kota Sabang. Sebagai kota paling barat Indonesia, Sabang tidak hanya memiliki pesona alam yang indah nan mempersona, namun juga memiliki kuliner yang lezat dan legendaris. Setelah mengunjungi titik nol kilometer Indonesia, snorkeling di Iboih, atau santai di Sumur Tiga, hal selanjutnya yang tidak boleh dilewatkan adalah mencicipi kuliner khas kota yang terletak di Pulau Weh, Provinsi Aceh ini.

Untuk bisa menikmati kuliner disini, kita harus mengetahui kebiasaan masyarakatnya yang sedikit unik. Disini, warung-warung makan, hingga toko-toko lainnya akan tutup pada siang hari dan buka kembali pada sore hari atau setelah maghrib. Jadi waktu terbaik untuk menikmati kuliner disini adalah sore hari atau setelah maghrib, atau pagi hingga siang hari.

Berikut ini beberapa kuliner Sabang yang sayang jika tidak anda santap ketika sudah menjejakkan kaki di kota yang pada masa awal kemerdekaan Indonesia, menjadi pusat pertahanan Angkatan Laut Republik Indonesia Serikat (RIS)

Mie Kocok, Kedai Kopi Pulau Baru

Warung ini sudah buka puluhan tahun. Lokasinya terletak di Jalan Perdagangan, kota Sabang. Warung milik warga keturunan Tionghoa ini menyajikan mie rebus yang gurih. Dalam penyajiannya, mie yang mentah terlebih dahulu direbus dengan dimasukkan ke dalam wadah seperti untuk membuat mie ayam. Setelah matang, mie diletakkan di atas piring untuk kemudian disiram kuah kaldu gurih menggugah selera.

Seporsi mie rebus ini juga dilengkapi dengan tauge, telur rebus, daun sop, potongan olahan daging ikan, dan sambal. Yang membuatnya spesial adalah mienya yang tipis dan lembut hingga kuah kaldunya yang cukup gurih. Seporsi mie kocok jika dilengkapi telur dihargai lima belas ribu Rupiah, dan hanya dua belas ribu Rupiah untuk seporsi mie kocok tanpa telur.

Mie, Kedai Mie Sedap

Warung ini adalah “saingan” dari Kedai Kopi Pulau Baru. Warung yang juga sudah berdiri puluhan tahun ini juga terletak di Jalan Perdagangan, kota Sabang. Pemilik warung ini masih memiliki hubungan saudara dengan pemilik Kedai Kopi Pulau Baru.

Disini, kita bisa memilih mie rebus atau mie goreng. Mienya memiliki tekstur yang sedikit lebih tebal daripada mie kocok di Kedai Kopi Pulau Baru, namun tingkat kelembutannya sama. Yang jadi juara di Kedai Mie Sedap ini adalah potongan-potongan olahan ikan pisang-pisang yang ditaburkan di atas mie. Rasanya manis, gurih, dan sangat khas, membuat kita ketagihan. Seporsi mie dihargai sepuluh ribu rupiah.

Sate Gurita

Ada beberapa lokasi yang menjual sate gurita di kota Sabang. Namun akhirnya pilihan jatuh di warung yang terletak di Taman Wisata Kuliner.

Disini kita bisa menyantap sate gurita sambil melihat pemandangan ciamik dari pantai, bukit, dan matahari tenggelam di kota Sabang. Kuah khas sate padang dan kuah kacang adalah pilihan untuk menikmati sate gurita, namun juaranya adalah sate gurita dengan kuah kacang. Daging gurita dengan rasa yang mirip dengan daging ayam, namun lebih kenyal, bersatu padu dengan kuah kacang yang manis dan gurih. Seporsi sate gurita disini dihargai dua belas ribu Rupiah.

Kue Kacang Sabang

Kue kacang khas Sabang ini sedikit berbeda dengan bakpia Joga. Bentuknya sedikit lebih besar, dan isian kacang yang lebih basah. Rasanya enak dan gurih. Adonan tepungnya renyah, sementara isian kacangnya langsung meleleh di dalam mulut.

Kue kacang ini pas untuk dijadikan oleh-oleh bagi sanak saudara dan handai taulan. Di kota Sabang, kue kacang ini dijual di Toko Nusa Indah, Jalan Perdagangan. Dalam satu kotaknya terdiri atas 10 buah kue kacang dan dihargai empat belas ribu Rupiah. (mhm/01)