Mie Aceh Mia Cafe, Harga Murah Rasa Waaah!


MEDAN. Siapa tak kenal mie aceh? Mie ini warnanya lebih orange jika dibandingkan dengan mie kuning biasa. Dilihat dari sejarah, tidak ada yang tahu pasti asal usul mie aceh. Karena dalam buku-buku sejarah Aceh, sama sekali tidak ditemukan perihal mulanya panganan ini. Besar dugaan mie aceh berasal dari negeri asal mie, China. Aceh dan China sudah menjalin hubungan perdagangan sejak abad 13 Masehi. Jadi mungkin pedagang dari China membawa mie dari daerahnya, yang kemudian diolah kembali oleh masyarakat Aceh sesuai dengan cita rasa lokal.

Untuk bisa menikmatinya, warung yang menjual jenis panganan ini bisa kita temukan di hampir setiap sudut di kota Medan. Pilihan kami kali ini adalah sebuah warung tenda di pinggir jalan. Mia cafe namanya. Malam itu (05/09/2013), kami pun mengunjungi warung ini.

Mia Cafe ini berlokasi di Jalan A.R. Hakim di simpang jalan masuk menuju Komplek Asia Mega Mas yang lebih dekat ke simpang Jalan Wahidin. Warung ini sendiri mulai buka pukul lima sore dan berada di depan ruko.

Tidak sabar ingin mencicipi, kami pun lekas memesan mie aceh, seporsi digoreng kering, seporsi lagi mie aceh basah. Pelayan di warung ini cukup banyak, sehingga pelayanan ke pembeli juga cepat. Tak berselang lama datanglah pesanan kami. Dua porsi mie aceh, lengkap dengan kerupuk dan acarnya. Dalam pandangan pertama kami melihat mie aceh yang dijual disini sedikit lebih tipis daripada mie aceh yang lain. Setelah bertanya ke seorang pelayan, dia menyampaikan kalau ada dua jenis mie aceh, pertama yang tebal dan kedua yang tipis. “Kami disini jual mie aceh yang tipis yang teksturnya lebih lembut dan lebih enak,” ungkap pelayan tersebut.

Oke, saatnya makan. Selepas suapan pertama seakan menegaskan kalau warung ini layak dijadikan pilihan untuk menyantap mie aceh. Baik mie aceh goreng dan mie aceh basah keduanya sama-sama enak. Tapi favorit kami jatuh di mie aceh basah. Porsi mie memang lebih sedikit dibandingkan mie aceh goreng kering. Namun rasa mie aceh basah lebih lemak, mungkin ini salah satu mie aceh basah paling enak di kota Medan. Mie acehnya yang tipis menyerap bumbu-bumbunya sehingga rasanya lebih gurih, dipadukan dengan rasa kuahnya yang khas. Sekilas kami berpendapat kalau rasa kuah mie aceh seperti rasa kuah sate padang. Berbeda dengan mie aceh kebanyakan, disini mereka menggunakan potongan ayam sebagai protein pelengkap.

Untuk harga, mie aceh ini cukup terjangkau. Seporsinya cuma delapan ribu perak. Menu lain yang layak dicoba adalah mie aceh kepiting seharga dua puluh ribu per porsinya. Selain itu warung ini juga menjual nasi goreng, mie instant kuah-goreng, kwe tiau goreng, martabak, sate padang, telur setengah matang, dan lainnya. Warung ini juga sepertinya cocok dijadikan sebagai pilihan bagi mereka yang hobi tidur pagi, karena warung ini buka hingga pukul empat pagi.

Kebersihan adalah hal yang perlu ditingkatkan oleh pengelola warung ini. Kebersihan adalah sebagian dari iman dan pangkal kesehatan. Walaupun hanya berlabel warung tenda pinggir jalan, kebersihan akan membuat pengunjung lebih nyaman di warung ini. (mhm/01)