Mie Enak, Mie Ayam Amigos & Cendol, Pasangan Pas

MEDAN. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah” (Q.S. Adz-Zaariyat. 049). Potongan ayat tersebut menyampaikan bahwa Allah SWT menciptakan segala sesuatu dunia ini dengan berpasang-pasangan. Semuanya ada pasangannya, demi tercapai keseimbangan di dunia ini. Laki-laki – Perempuan. Siang – Malam. Hal ini berlaku juga untuk dunia kuliner. Salah satunya adalah mie enak, mie ayam jamur dan cendol yang berlokasi di seberang Mesjid Al-Jihad, Jalan Abdullah Lubis, Medan.

Kunjungan kami di sore hari yang cukup cerah itu, bukanlah yang pertama kalinya. Namun terakhir kali kami kemari, belum terdapat penjual cendol yang letaknya di sebelah penjual mie ayam. Sementara itu, sang empunya mie ayam jamur telah memulai usahanya sejak 25 tahun lalu. Usahanya ini diawali dengan gerobak dorong, kemudian berkembang dengan menggunakan gerobak sepeda, hingga kini dengan gerobak sepeda motor, plus sebuah tenda kecil dengan beberapa meja dan kursi plastik.

mie ayam amigos jalan abdullah lubis medan seberang mesjid al-jihad mie enak

Tak berselang lama pun pesanan kami datang, semangkuk mie ayam jamur dan segelas cendol dingin tanpa es. Setelah kami perhatikan dengan seksama, tidak terdapat sayur sawi di atas porsi mie ayam. Ternyata stok sayur sawinya telah ludes, karena kami datang terlalu sore. Sebagai gantinya, sepertinya si penjual sedikit melebihkan “jatah” jamur kepada kami. Tanpa basa-basi, kami pun langsung menikmati mie ayam ini.

Yang istimewa dari mie ayam jamur di seberang Mesjid Al-jihad ini adalah rasa semur ayam dan semur jamurnya yang pas. Ini semua dikombinasikan dengan mie yang pulen, potongan acar cabe merah yang pedas-pedas asam, hingga kuah kaldu yang gurih. Karena merasa kurang pedas, kami pun menambahkan cabe rawit giling. Sementara itu, hadirnya sebutir telur di dalam seporsi mie ayam jamur ini, mampu mengenyangkan perut kita sampai tidur di malam hari. Sayang tidak ada sawi yang bisa menambahkan sensasi segar di dalam seporsi mie ayam jamur ini.

Setelah mencicipi setengah porsi mie ayam jamur, kini saatnya mencoba cendol. Cendol disajikan dalam sebuah gelas kaca yang cukup besar. Karena sudah cukup haus, kami pun langsung meneguk cendol ini dengan sigap menggunakan sedotan plastik.Ternyata cendol ini punya rasa yang cukup istimewa. Rasa manis yang muncul dari paduan santan dan gula merah juga cukup pas, tidak terasa pahit karena menggunakan gula merah asli. Cendolnya juga cukup lembut di mulut.

Seporsi mie enak, mie ayam jamur yang mulai buka pukul sebelas pagi ini dihargai belasan ribu Rupiah, demikian pula harga cendolnya.

Ternyata seporsi mie ayam jamur dan segelas cendol di sini adalah salah satu contoh pasangan dan kombinasi pas serta ideal bagi pecinta kuliner di Medan. Oleh karena itu, bersyukurlah bagi yang telah menemukan pasangan hidupnya, sedangkan bagi yang belum, tetaplah semangat untuk mendapatkan pasangan idamannya. Amiiiien. (mhm/01)

Peta Lokasi :