Mie Sop Blitar Jalan Polonia, Oke Lhaaa..

MEDAN. Yang namanya mie sop sih paling enak kalau dimakan waktu dingin-dingin sehabis hujan. Jadi kamis sore itu (09/05/2013) tepat setelah hujan selesai mendinginkan kota Medan, kami pun langsung menetapkan tujuan untuk makan di salah satu dari sekian banyak pilihan mie sop enak di Medan. Pilihan pun jatuh di Mie Sop Blitar di Jalan Polonia.

Lokasi warung yang mulai buka pukul empat sore ini terletak di Jalan Polonia, simpang Jalan Mongonsidi. Jika anda datang dari daerah Iskandar Muda, Jalan Polonia berada di sebelah kanan jalan dan harus menyeberang. Namun jika anda datang dari daerah jalan Juanda, Jalan Polonia terletak di sebelah kiri jalan. Setelah di Jalan Polonia, cukup mudah untuk mudah warung ini karena letaknya cukup dekat dengan Sekolah Angkasa.

Jika anda hendak kemari, waktu yang paling tepat adalah sore sekitar pukul lima. Karena jika kemalaman, kemungkinan anda pulang dengan tangan hampa. Walaupun tempatnya cukup sederhana berupa kursi dan meja kayu dan beberapa kursi plastik, tapi pengunjungnya tetap banyak. Buktinya ketika kami sampai disana selepas maghrib, stok mie sop sudah hampir habis.

Warung yang berdiri sejak 20-an tahun lalu ini menyediakan mie sop ayam yang terdiri atas bihun, kuah dan ayam goreng suwir; dan ayam goreng yang dipadukan dengan sambal rawit.

Mie sop pesanan kami pun datang. Wanginya sudah menggoda untuk segera dicicipi. Yang menarik perhatian kami adalah, untuk seporsi mie sop bihunnya cukup banyak. Alhamdulillaah enyaaak. Rasa mie sop ini boleh diadu. Kuah sopnya yang pekat cukup berasa, dan ayam goreng suwirnya yang walaupun bukan ayam kampung tapi cukup berasa nikmatnya. Hal ini wajar karena ayam tersebut dibumbui terlebih dahulu dengan ramuan rahasia sebelum digoreng.

Harganya pun cukup bersahabat dengan kantong. Seporsi mie sop ayam dihargai sepuluh ribu perak, jadi cukup terjangkau bagi para pelajar dan pegawai yang sedang bulan tua.

Yang sedikit bisa dibenahi oleh empunya warung yang hanya tutup di hari Senin ini adalah agar mangkok-mangkok dan gelas-gelas kotor bekas pengunjung sebelumnya bisa segera dibereskan. Hal ini sedikit mengganggu buat pengunjung yang baru datang. Pengunjung juga harus menjaga diri agar tidak membuang sampah sembarangan di warung ini, soalnya kami melihat cukup banyak tisu, puntung rokok, dan jenis sampah kering lainnya berserakan di lantai.

Secara keseluruhan, mie sop ini layak untuk dicoba dan dijadikan langganan. Harganya enteng, rasanya pun cukup mentereng. (mhm/01)