Paris Burger, Enak Beneer!


MEDAN. Hari beranjak sore ketika kami sampai di sebuah tempat makan di kawasan Jalan Dokter Masyur, Medan (12/09/2013). Setelah memarkirkan kendaraan dengan sedikit tergesa-gesa akibat sore itu kota Medan kembali diguyur hujan, kami pun masuk ke dalam tempat makan tersebut. Selanjutnya kami langsung duduk di atas di atas kursi kayu panjang yang bisa digunakan untuk empat orang. Suasana tempat makan ini cukup ramai, karena kawasan Jalan Dokter Mansur ini memang cukup dekat dengan kampus Universitas Sumatera Utara (USU). sesaat kemudian datanglah seorang pelayan yang membawa menu disini, di Paris Burger ini.

Sebenarnya tak ada niat untuk melihat isi menu tersebut, karena kami kira kami sudah cukup hafal menu disini. Soalnya Paris Burger ini sudah berdiri tegak sejak kami masih kuliah dulu. Kami sudah berniat dari rumah untuk memesan pisang bakar kejunya yang enak itu. Namun akhirnya kami memutuskan untuk melirik isi dari menu yang disodorkan oleh pelayan. Ternyata ada sebuah menu yang baru pertama kali kami lihat. Menu itu adalah Burger Fruite Seafood. Penasaran, kami pun memesan menu ini, plus dengan pisang bakarnya, namun kali ini tanpa keju.

Sejenak barulah kami sadar kalau sudah lama tidak makan burger disini. Ternyata sudah banyak yang berubah dari warung yang letaknya tepat di sebelah Mesjid Istiqomah di pinggir Jalan Dokter Mansur ini. Cerita punya cerita, Paris Burger ini sudah berdiri sejak tahun 1996. Dahulu, pemiliknya menjajakan burgernya melalui gerobak sorong di sepanjang pinggiran Jalan Dokter Mansur, di dekat Pintu 1 Kampus (USU). Mereka mulai mengubah format dagangannya menjadi warung sejak tahun 2003, ketika saat itu ditetapkan larangan untuk berjualan di sekitar pintu 1, oleh pihak USU.

Ditemani dengan gemericik hujan yang cukup deras, terlihat dua orang koki sedang menyiapkan pesanan pembeli di gerobak sorong yang letaknya tepat di depan warung yang juga menyajikan berbagai pilihan makanan dan minuman ini. Satu hal yang baru kami sadari adalah hampir semua pegawai disini perempuan dan memakai jilbab.

Tidak begitu lama menunggu, datanglah menu yang kami pesan. Perut yang keroncongan dan udara Medan yang sore itu cukup dingin mengisyaratkan kalo hidangan tersebut bisa saja habis dalam sekali lahap. Namun, kami tetap memilih makan dengan perlahan untuk menikmati sajian tersebut.

Burger Fruite Seafood disajikan seperti burger pada umumnya, dengan roti yang dipanggang dengan mentega sebagai kulitnya. Mengadopsi dari namanya “fruite seafood” yang berbeda adalah isinya yang dilengkapi potongan buah-buahan seperti mangga dan apel. Selain itu terdapat juga udang dan cumi yang digoreng tepung, plus selada, keju, telur dadar, abon, dan saus sambal. Setelah dicicipi, ternyata paduan unsur-unsur dalam seporsi burger tersebut berhasil menghadirkan sensasi rasa yang mantap. Ada rasa gurih, manis, pedas, asin yang hadir dalam setiap gigitan.

Menu lain yang kami cicipi hari itu adalah pisang bakar tanpa keju. Pisang yang dipotong-potong dan dipanggang, dilumuri dengan lelehan cokelat dan meises serta kacang tanah yang ditumbuk kasar. Menu ini pas disantap dengan hangat, menemani menghabiskan sore hari yang cukup dingin.

Seporsi Burger Fruite Seafood ini dihargai lima belas ribu perak, sedangkan pisang bakar tanpa keju dihargai delapan ribu perak. Harga ini masih cukup terjangkau, apalagi mayoritas pengunjung disini adalah para mahasiswa/i.

Akhirnya hujan pun reda, dan mentari semakin menghilang terbenam di ufuk barat. Kami pun bergegas kembali ke rumah setelah menikmati sajian yang nikmat di warung yang dekorasinya wayoritas menggunakan warna kuning ini. Alhamdulillaah. (mhm/01)