Pemuda Harus Tegakkan Kedaulatan Pangan: Zubaidah

MEDAN. “Pemuda harus menegakkan kedaulatan pangan,” kata Zubaidah, Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara.

Dalam kesempatan kali ini, kami berkesempatan untuk mewawancarai pimpinan gerakan tani terbesar di Sumatera Utara, Serikat Petani Indonesia (SPI). Simak wawancara kami (MHM) dengan Ibu Zubaidah (Z) berikut ini :

Ibu Zubaidah bersama aktor Rio Dewanto yang hadir ke Desa Mekar Jaya, Langkat untuk memberikan solidaritas dan dukungannya ke petani yang sedang mengalami konflik agraria. Sumber: SPI

MHM : “Sejak kapan Ibu mulai bergabung dengan SPI ?”
Z : “Saya bergabung dengan SPI sejak tahun 1998”.

MHM : “Kenapa bergabung dengan SPI ?”
Z : “Alasan bergabung dengan SPI awalnya karena faktor ekonomi. Ada program LKP (Lembaga Keuangan Petani) yang dijalankan di desa kami oleh SPI. Ternyata dengan bergabung ke SPI kita bisa menabung, meminjam dan membuat unit usaha yaitu sembako, tanpa keterlibatan Bank”.

MHM : “Apa sebenanrnya yang diperjuangkan oleh SPI?”
Z : “SPI adalah organisasi massa petani yang lahir pada tahun 1998. SPI lahir murni dari petani, sampai sekarang ketuanya pun petani. SPI adalah organisasi massa petani terbesar yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia. SPI saat ini fokus dalam lima hal yakni reforma agraria sejati, kedaulatan pangan, melawan neoliberalisme, hak asasi petani, dan pertanian agroekologi”.

Aksi petani SPI Sumatera Utara | Sumber: www.spi.or.id

MHM : “Apa permasalahan utama dari petani, terutama di Sumatera Utara ?”
Z : “Permasalahan utama petani di sumut adalah Tanah. Tanah dirampas, diambil perusahaan ataupun pengusaha, sehingga petani terpuruk baik ekonomi maupun pangannya”.

MHM : “Mengapa banyak terjadi konflik agraria di Sumatera Utara, apa solusinya ?
Z : “Terjadinya konflik agraria disebabkan tanah diambil secara paksa oleh perusahaan maupun pengusaha. Konflik terjadi karean kurangnya pengetahuan petani akan haknya. Tidak ada keberpihakan yang adil dari pemerintah kepada petani. Solusinya adalah kita (petani, red) harus berorganisasi. Organisasi harus kuat dan kompak. Ada pendidikan yang baik bagi petani. Secara nasional SPI berusaha mendesak pemerintah untuk melaksanakan reforma agrarian sejati yang sebenarnya sudah jadi program di pemerintahan Jokowi-JK ini, sayang belum maksimal dilaksanakan”.

petani menanam padi di sawah

MHM : “Dari tadi Ibu terus menyebutkan soal reforma agraria, boleh tolong dijelaskan apa itu ?”
Z : “Reforma agraria adalah penataan ulang struktur kepemilikan, dan penguasaan, sumber-sumber agraria, menghapuskan ketimpangan agraria menuju suatu keadaan terjadinya keadilan agraria. Reforma agraria memastikan tanah untuk orang yang mengerjakannya (petani), berfungsi sosial, hanya untuk warga negara Republik Indonesia, demikian diatur dalam UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Reforma agraria sejalan dengan reditribusi lahan, jadi untuk petani tidak bertanah ya dibagikan lahan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintahan Jokowi-JK berjanji melakukan reforma agraria, meredistribusi lahan seluas 9 jutaan hektar untuk petani tak bertanah”.

MHM : “Hari ini, tanggal 24 September diperingati sebagai Hari Tani Nasional, boleh ceritakan sedikit sejarahnya ?”
Z : “Pada tanggal 24 september inilah hari rayanya petani Indonesia, karena pada hari ini dibuat satu kebijakan, Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang hak-hak dan kewajiban kaum tani, mengatur hak atas tanah, hak atas sumber-sumber agraria untuk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran petani dan bangsa. Penetapan Hari Tani Nasional berdasarkan keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 Agustus 1963 No 169/1963 menandakan pentingnya peran dan posisi petani sebagai entitas bangsa”.

MHM : “Apa peran petani dalam menyediakan pangan ?”
Z : “Peran petani sangat besar terhadap penyedia pangan terbesar bagi dunia. Karena petani mulai penyedia lahan, bibit, pengolahan lahan sampai dengan pendistribusiannya. Tapi soal harga terkadang petani tidak bisa berperan langsung. Untuk itulah kita di SPI berusaha membangun koperasi-koperasi petani di setiap basis, guna mensejahterakan petani,”

petani Indonesia

MHM : “Mengapa pemuda harus menghargai petani ?”
Z : “Berdasarkan data Badan Pusat Statistika (BPS), dalam dua tahun terakhir jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja di sektor pertanian turun sebesar 2,54 juta orang (6,22 %) dari 40,83 juta pada Februari 2014 menjadi 38,29 juta orang pada Februari 2016. Ini artinya sektor pertanian makin ditinggalkan. Ini artinya profesi petani sudah semakin tidak diminati, padahal petanilah penegak kedaulatan pangan. Kalau tidak ada petani, mau makan darimana kita? Disinilah peran pemuda dibutuhkan. Pemuda harus menghormati dan menghargai petani, karena para pemuda yang akan menjaga negeri ini dan lahan pertaniannya. Masa depan bangsa ini terletak di pundak pemuda”.

MHM : “Mengapa pemuda harus mempromosikan konsumsi pangan lokal ?”
Z : “Aku bangga melihat anak muda sudah mau dan tidak malu untuk mengkampanyekan produk petani. Dengan mengkampanyekan konsumsi pangan lokal kan berarti juga mendukung petani.”

Sumber: www.spi.or.id

MHM : “Apa himbauan buat pemuda yang ingin bertani?”
Z : “Tanpa petani kita bukan apa apa. Majulah pemuda taniku, karena kaulah harapan negeri ini. Jangan malu, jangan takut, karena menjadi seorang petani adalah mulia”.