Plus Minus Lekker Urban Food House


MEDAN. Hari jumat adalah harinya kuliner. Jumat itu (28/06/2013), ketika para lelaki muslim menunaikan kewajiban sholat jum’at, kami kaum hawa mengunjungi sebuah tempat makan di daerah Jalan Putri Hijau. Lekker Urban Food House namanya. Untuk mencapai tempat makan ini tidaklah sulit. Jika anda dari simpang TVRI – JW Marriot, arahkan kendaraan anda lurus, melewati simpang Jalan Merak Jingga. Setelah melewati rel kereta api, anda akan menemukan jalan kecil di sebelah kanan. Lekker Urban Food House ini terletak di dalam jalan kecil itu, yang juga merupakan jalan masuk Putri Hijau Driving Range.

“Nyaman” adalah kata yang pas untuk mendeskripsikan kesan pertama di tempat makan ini. Interior ruangannya yang vintage dengan pemandangan lapangan golf, rasanya akan klop dipadukan dengan hidangan yang akan kami pesan.

Setelah melihat menu, kami menyimpulkan kalau Lekker Urban Food House ini menawarkan sajian kuliner barat dan juga nusantara. Tidak berselang lama setelah memilih menu, datanglah pesanan kami. Menu pertama adalah american pizza. Berbeda dengan kebanyakan, pizza ini disajikan dengan bentuk persegi panjang dengan kulit yang tipis. Topping American pizza ini berupa daging asap, sosis, jamur, paprika, saus, dan lainnya. Yummy. Pizza tipis ini enak dan gurih. Pizza yang seporsinya dihargai lima puluh lima ribu perak ini sesaat meyakinkan saya kalau menu-menu disini rasanya pasti mantap.

Untuk minuman kami memilih Lekker Mango Tea, yang sepertinya salah satu menu andalan disini. Lekker Mango Tea disajikan dalam sebuah gelas “raksasa” yang isinya mangga diblender dengan es batu, dipadukan teh dan dilengkapi dengan berbagai buah seperti stroberi, mangga, kiwi, dan buah segar lainnya. Yes, minuman ini sukses mengatasi dahaga kami di jumat yang panas ini. Satu gelas raksasa ini juga bisa dinikmati oleh tiga orang (bahkan lebih), walaupun harganya sedikit mahal, enam puluh ribu perak.

Semua pesanan telah kami nikmati, kecuali satu menu yakni Nasi Ayam Panggang Salju. Kami pun heran mengapa menu ini tidak kunjung selesai, terhitung satu jam sejak dipesan. Ketika kami tanyakan ke pelayan, dia mengatakan kalau menu ini harus antri dimasak. Alasan ini sedikit tidak masuk akal. Apakah karena hari jum’at jadi ada pelayan atau koki (lelaki)yang harus sholat jum’at ? Jika memang iya, seharusnya pemilik Lekker Urban Food House mensiasatinya dengan menambah pelayan (koki) perempuan, sehingga tidak mengorbankan pengunjung.

Alhasil, menu Nasi Ayam Panggang Salju ini kami bungkus untuk dimakan di kantor. Begitu sampai di kantor, kami pun penasaran tentang rasa menu ini, dan ternyata tidak ada yang begitu spesial dari menu ini. Standard. Menu yang dihargai tiga puluh ribu perak ini menyajikan nasi putih, ayam panggang dengan sedikit mayonnaise dan dilengkapi sayur asam.

Secara keseluruhan, Lekker Urban Food House layak dijadikan tempat untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang terdekat kita, asalkan kita memilih menu yang pas. (mhm/01)