Sajian RM Sipirok Memang Menohok

MEDAN. Rumah Makan (RM) Sipirok adalah salah satu warung makan yang sudah cukup terkenal akan kenikmatan hidangannya di Medan. Pun, sudah banyak liputan danreview tentang warung yang letaknya di Jalan Sunggal ini. Tapi tak ada salahnya Makan Halal Medan (MHM) mencoba menuliskan pengalaman kulinernya tentang warung milik pasangan Zulfikar dan Yusniar ini.

Siang itu, kami bertiga meluncur ke RM Sipirok. Warung ini cukup mudah ditemukan, jika anda berkendaraan dari Jalan Gatot Subroto beloklah ke kiri ke Jalan Sunggal jika sudah sampai di simpang Sei Sikambing, namun jika anda berkendaraan dari arah Binjai, berlaku kebalikannya.

Beberapa menit kemudian nampaklah RM Sipirok yang berdiri kokoh. Karena kami datang siang hari, warung ini kelihatan mencolok karena banyaknya pembeli yang mengantri. Untungnya kami datang pas hari jumat, di saat kaum lelaki muslim pada menunaikan kewajibannya sholat jumat. Jadinya kondisi di dalam sedikit lega, walaupun agak susah mencari tempat parkir untuk mobil yang kami kendarai.

Jika hendak kemari usahakan datang sebelum jam makan siang jika tidak ingin mengantri lama. Jika datang sore hari siap-siaplah untuk kecewa, karena biasanya sebelum sore warung ini sudah tutup karena semua isi warungnya ludes terjual.

Begitu duduk, meja kami pun langsung dihidangkan beberapa sajian seperti daging bakar, daun ubi tumbuk, ikan teri tawar, gulai ikan sale, ikan asam pedas dan udang kecepe sambal pati serta tumis bunga pepaya, plus nasi putih berserta nasi tambahnya sekalian. Kami pun memesan menu wajib disini yaitu Sup Tulang Sumsum Iga Kerbau, tak ketinggalan sup daging biasa. Beberapa saat kemudian datanglah menu yang dinanti lengkap bersama garpu dan sedotan.

Saatnya makaaaaan. Setelah mengucapkan bismillah dan berdoa kepada Allah SWT, kami pun langsung menyantap Sup Tulang Sumsum, garpu sengaja dipinggirkan karena kami menggunakan tangan untuk menggigiti daging yang menempel di tulang, lebih puas rasanya. Puas menggigit, saatnya menyedot isi tulang menggunakan sedotan. Slurppppppp. Lemak kaliiiiiiiii. Sumsumnya berasa sangat. Lebih setengah perjalanan menikmati sup sumsum, kepala saya sedikit puyeng, mungkin karena kolesterolnya tinggi kali yaa. Tapi itu tidak menyurutkan tekad untuk menghabiskan si sup sumsum.

Selesai sup sumsum, saatnya makan hidangan lainnya. Saatnya menggabungkan nasi dengan daging asap bakar dan sambalnya plus ikan teri tawar. Ini pun tidak kalah nikmat.

Untuk harga, seporsi Sup Sumsum Tulang Iga Kerbau dibanderol tiga puluh lima ribu perak, sedangkan sup daging biasa delapan belas ribu perak. Harga yang pantas untuk pengalaman kuliner yang mengagumkan. Sedangkan untuk teri, daging asap, dan sayuran, harganya masih di bawah sepuluh ribu perak.

Pada saat membayar tagihan makanan, kita langsung saja memanggil si kasir. Dengan sigap pun dia akan mendatangi meja kita dan kasir keliling yang akrab dipanggil “inang” ini akan langsung menghitung tagihan kita.

Kekurangan warung yang letaknya tidak jauh dari komplek perumahan tomang elok ini adalah bisa buat kita ketagihan. Saya juga menyarankan bagi anda yang memiliki bakat kolesterol tinggi untuk menahan diri ketika makan di RM Sipirok ini.

Jadi, nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kau dustakan? (mhm/01)