Santai di Soerabi Enhaii (Tutup)

MEDAN. Kota Medan kembali kedatangan restoran makanan yang mampu memanjakan lidah kita. Soerabi Enhaii namanya. Lokasinya terletak di Jalan Mongonsidi. Kami sempat berfikir kalau restoran ini adalah konsep baru dari restoran serabi yang sudah ada di Medan sejak tahun 2007, namun ternyata kami keliru. Soerabi Enhaii ini ternyata baru berdiri di Medan dan satu grup dengan restoran Batagor Ihsan yang letaknya di Jalan Setiabudi.

Sore itu (22/05), kami pun mengunjungi restoran ini. Rapi, trendy, dan tertata adalah kesan pertama yang kami dapatkan begitu sampai di restoran ini. Sekumpulan anak muda sedang saling bercanda sambil duduk di kursi dengan meja kayu dan tenda payung khas taman di bagian luar restoran. Sementara pengunjung yang datang bersama keluarga lebih banyak duduk di bagian dalam restoran yang dilengkapi dengan pendingin ruangan.

Setelah melihat-lihat menu, pilihan kami sore itu jatuh kepada “Bubur Ayam Barito Spesial” dan “Soerabi Ayam Keju Spesial”. Tanpa menunggu terlalu lama, datanglah salah satu menu pesanan kami, Bubur Ayam Barito Spesial. Melihat tampilannya, bubur ini terlihat cukup menggiurkan. Potongan-potongan cakwe dan taburan bawang goreng yang melimpah sudah berhasil menggugah selera makan kami. Selanjutnya, tanpa menunda-nunda lagi, kami pun langsung menikmati bubur seharga delapan belas ribuan ini. Alhamdulillah, enyaaaaaak! Tekstur buburnya yang lembut berpadu dengan cakwe, irisian ayam, dan bawang merah goreng yang crunchy. Kami juga menemukan rasa lada hitam yang membuat bubur ini semakin gurih. Telur bebek rebus yang juga dihadirkan di sajian membuat seporsi bubur ini sudah cukup mengenyangkan perut. 

Selesai menghabiskan bubur ayam yang lezat, serabi pesanan kami masih belum datang juga. Padahal sudah ada tiga puluh menit sejak kami mulai melakukan pesanan. Kami pun berusaha sabar, karena sepintas pada saat memasuki restoran, kami melihat serabi dimasak dengan cukup telaten menggunakan arang sebagai bahan bakarnya. Namun, hati kami menjadi sedikit bertanya-tanya, karena pelanggan di depan kami, yang datang 10 menit setelah kami justru mendapatkan serabinya terlebih dahulu. Sedikit gusar, kami pun bertanya kepada pelayan yang akhirnya meminta maaf akan kekeliruan mereka. Akhirnya setelah lebih dari 45 menit, penantian kami terbayar juga. Menu “Soerabi Ayam Keju Spesial” dihidangkan di meja kami. 
  

Penantian selama lebih dari 45 menit itu akhirnya terbayar juga. Serabi yang dihidangkan berhasil sedikit meluluhkan hati kami yang sudah cukup gusar dengan kekurang-telitian pelayanan di Soerabi Enhaii ini. Serabinya cukup lembut, ayamnya gurih, kejunya melimpah, dan sausnya juga pas di lidah.

Secara keseluruhan, sajian di Soerabi Enhaii ini sangat memanjakan lidah. Namun di sisi lain, pelayanannya yang terlalu “santai” justru bisa menjadi bumerang tersendiri. Semoga ke depannya, manajemen Soerabi Enhaii memperhatikan hal ini. Amiiien. (mhm/01)