Santai Sore Bersama @kulinermedan

MEDAN. Berawal dari percakapan via whatsap, kami akhirnya berkesempatan untuk bertemu dengan empunya pemilik akun twitter @kulinermedan. Akun ini cukup dikenal di jagad pertwitteran kota Medan karena menghadirkan cukup banyak referensi kuliner yang memanjakan lidah, selain makan halal medan tentunya, hehehe.

Sore itu (19/02), kami berjumpa di Komplek Cemara Asri Medan. Setelah berkenalan seadanya, @kulinermedan mengajak kami ke semacam foodcourt  di dekat bundaran di dalam komplek. Ada cukup banyak pilihan makanan disini, baik yang halal dan non-halal.

Salah seorang dari kami sempat berfikir kalau kami akan bertemu dengan seseorang yang cukup berumur dan berperut buncit, namun ternyata @kulinermedan dikelola oleh seseorang yang  masih cukup muda dan enerjik. Indra Halim namanya. Cerita punya cerita, pria yang saat ini sudah dikaruniai seorang putri ini ternyata sudah menggeluti dunia kuliner selama lima belas tahun. Ia juga ini lalu bercerita tentang passion-nya di dunia kuliner, dan hasratnya untuk memajukan kuliner dan UKM di Medan.

Sambil saling bertukar pikiran dan pengalaman, ia juga merekomendasikan kepada kami tiga buah hidangan yang nikmat.

1. Tau Kua He Ci

“Ini dijamin halal deh,” ungkapnya kepada kami begitu hidangan ini tersaji di atas meja. Tau Kua He Ci ini terdiri atas bakwan udang yang digoreng tipis, kepiting yang dibalut tepung, sayur kangkung, timun, dan potongan tahu goreng, dengan kuah asam manis. Setelah beberapa suapan, Kami langsung teringat dengan pasembur, rujak khas Penang yang kami santap beberapa bulan lalu. Bedanya kuah di pasembur lebih kental.

2. Sate Padang Hendri Chaniago

Kelar dengan Tau Kua He Ci, hidangan berikutnya yang kami nikmati adalah seporsi sate padang Henry Chaniago. Sate padang ini menyajikan kuah yang rasa pedasnya pas. Ketupatnya juga tidak terlalu lembek. Namun yang menjadi andalan sate padang ini adalah dagingnya yang cukup empuk. sate lidahnya wajib dicoba.

3. Martabak Kings

Juara dari hidangan malam itu adalah seporsi martabak toblerone dari Martabak Kings. Jika biasanya kita mengkonsumsi toblerone langsung dari kemasannya, namun Martabak Kings mengolah dan menyajikannya di dalam martabak. Alhasil, paduan ini memberikan sensasi rasa cokelat yang membuncah di mulut. Kami saja langsung tertegun setelah menyantap sepotong martabak toblerone ini. Martabak lembutnya – yang memakai mentega yang iimpor dari Belanda – berpadu dengan rasa toblerone yang sudah mendunia. Seporsi martabak ini dihargai delapan puluh lima ribu rupiah, dan kita harus rela mengantri untuk bisa menikmatinya. Berdasarkan info dari @kulinermedan, ternyata Martabak Kings juga menyajikan Martabak Nutella. Namun karena perut kami sudah cukup penuh, kami pun mengurungkan niat untuk mencobanya.

Berdiskusi dengan @kulinermedan memberikan kami cukup banyak masukan dan pengetahuan tentang dunia kuliner. Oleh karena itu kami dari MakanHalalMedan akan berusaha untuk terus konsisten, mempromosikan dan mendukung kuliner (halal) di Medan. Insya Allah, amien. (mhm/01).