Santai Sore di Coffee Box

MEDAN. Suasana yang nyaman, santapan yang enak dengan harga terjangkau, dan pelayan yang ramah adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah restoran ataupun cafe agar ramai dikunjungi pelanggannya. Kesemua syarat tersebut sepertinya terpenuhi di Coffee Box, Medan.

Sore itu (19/08) kami mendatangi cafe sekaligus restoran yang terletak di Jalan Palang Merah ini. Kunjungan ini adalah kali pertama kami mendatangi tempat nongkrong yang terdiri dari tiga lantai ini. Kami pun memilih meja di lantai dua dan ingin duduk di bagian yang menghadap langsung ke jalan Palang Merah, untuk menikmati suasana sore kota Medan yang saat itu cukup cerah. Tapi apa daya, bagian tersebut dikhususkan kepada para perokok (smoking area)Karena pada dasarnya bukan perokok dan tidak ingin menjadi perokok pasif, kami pun memilih meja di non smoking area.

Kesan pertama terhadap interior disini adalah cukup elegan memadukan unsur-unsur vintage dengan unsur kekinian. Penerang ruangan yang memakai kemasan lampu petromak, hingga lukisan dan poster-poster “jadul” adalah contohnya. Setelah mengamati desain ruangannya, kami pun memesan makanan dari menu yang sudah diberikan pelayan.

Menu disini cukup komplit, baik makanan dan minumannya. Daripada bingung kami pun menanyakan beberapa menu andalan restoran yang mulai buka November 2012 lalu ini, yang salah satunya adalah nasi ayam rujak. Menu lain yang juga kami pesan adalah kwe tiau goreng polos, jus jambu, dan chocolate shake.

Satu hal favorit kami disini adalah, begitu kita selesai memesan menu, pelayan akan langsung memberikan segelas kecil air putih, gratis. Ya gratis! Jarang-jarang kan ada cafe atau restoran yang menggratiskan air putih. Dan enaknya lagi, kita boleh minta tambah air putihnya sampai puas. Hehehe.

Beberapa saat kemudian datanglah pesanan kami, nasi ayam rujak. Menu ini terdiri dari seporsi nasi uduk berwarna hijau (yang hijaunya diambil dari pandan), acar, sedikit tempe goreng kering dan teri, kerupuk udang, selada, timun, tomat, dan pastinya seporsi ayam rujak. Setelah dicicipi, ayam rujaknya sepert perpaduan antara bumbu rujak dan semur. Jika dinilai, menu yang dihargai sekitar tiga puluh ribu ini dapat angka 8 dari 10. Sedangkan untuk Kwe tiau goreng polosnya dapat nilai 7,5 dari 10.

Sebenarnya ada niat untuk mencoba kopi di Coffee Box ini. Secara nama disini mengambil kata kopi, pastilah kopinya enak, pikir kami. Tapi memang lidah ini tak terbiasa minum kopi dan juga tidak ngerti soal kopi, jadi niat ini diurungkan saja. Namun kata pelayannya sih rasa kopi hitam disini boleh diadu.

Sementara itu,restoran disini menggunakan sebuah lift khusus untuk makanan. Jadi makanan dibuat di lantai satu dan diantar ke lantai dua melalui fasilitas lift ini. “Iya, biar kami pelayannya gak capek naik turun tangga,” ungkap seorang pelayan kepada kami.

Secara keseluruhan, Coffee Box boleh dijadikan salah satu pilihan untuk menghabiskan waktu bersama teman atau mungkin keluarga. Dan akan lebih bagus lagi, jika Coffee Box menyediakan meja dan ruangan bebas asap rokok yang memungkinkan pengunjungnya menikmati suasana jalanan kota Medan dari lantai dua. Semoga. (mhm/01)