Sayur Kangkung Direndang: Inovasi Pak Raden, Petani Kota

MEDAN. Tidak butuh waktu lama bagi seseorang untuk menyukai rendang. Masakan khas Padang ini telah mencuri hati penduduk dunia dan dinobatkan menjadi makanan paling enak sejagad raya. Aroma, rasa, tekstur yang sedap dan khas menjadikan makanan ini selalu menjadi pilihan nomor satu ibu-ibu saat Idul Adha tiba ketika stok daging kurban tersedia cukup banyak. Apalagi, makanan ini dapat bertahan hingga berbulan-bulan. Selain daging, rendang juga bisa dibuat menggunakan kentang sebagai bahan utamanya. Tapi, pernahkah kalian mendengar sayur kangkung yang dijadikan rendang?

Panganan ini lebih dikenal dengan nama “Kangkung Rendang”. Makanan olahan keripik yang bahan dasarnya adalah sayur kangkung hidroponik yang dimasak seperti rendang. Rasanya enak, gurih, renyah dan (tentu saja) seperti rendang. Karena rendang memang nikmat, saya rasa deskripsi “seperti rendang” itu sudah cukup menggambarkan kelezatannya. Lalu, apa cerita di balik inovasi rendang yang brilian ini?

sayur kangkung rendang pak raden_web

Kemasan Kangkung Rendang

Jadi, di satu pagi sejuk yang mataharinya masih terlihat malu-malu, kami bertandang ke kediaman Pak Raden. Ia adalah seorang wirausahawan di daerah Jalan Bromo yang sejak kami datang sudah terlihat menikmati kopi dan menjaga kebunnya. Kebun hidroponik lebih tepatnya.

Syifa Hidroponik nama kebunnya. Di kebun hidroponiknya, Pak Raden (48) yang mempunyai hobi jalan-jalan ini menjadi seorang petani kota yang sukses. Usaha yang diawali dengan hobi ini berkembang sampai ke tahap profesional setelah 5 tahun berjuang dan tak pernah berhenti belajar. Sekarang selain menjadi petani kota, Pak Raden juga rutin mengikuti event yang diadakan instansi pemerintah, merakit set hidroponik lengkap, dan memberikan pelatihan-pelatihan tentang hidroponik dan olahannya pada para pelaku UKM. Harapannya sangat sederhana, agar setiap orang mampu menanam sayurnya sendiri tanpa pestisida dan zat-zat berbahaya.

Ide awal terciptanya “Kangkung Rendang” muncul setelah mencari solusi untuk anak-anaknya yang sulit makan sayur. Maka dengan memanfaatkan sayuran hidroponik yang ia panen dari kebunnya sendiri, Pak Raden dan istrinya mulai meracik panganan baru yang enak dengan sayuran hidroponik sebagai bahan utamanya. Tentu saja prosesnya tidak mudah, setelah berkali-kali mencoba akhirnya beliau menemukan racikannya dan tidak menyangka akan mendapat respon yang baik tidak hanya dari anak-anaknya, tapi juga orang-orang terdekat dan teman-teman bisnisnya.

Kangkung rendang begitu dikeluarkan dari kemasannya. NB: cabe rawit cuma pemanis foto, tidak ikut dijual. Hehehe..

Sudah 5 bulan lewat sejak beliau menjual “Kangkung Rendang”. Ia kini sudah berhasil menjual seribu kotak lebih dan terus meningkat seiring publikasi media-media besar nasional. Hampir seluruh media nasional telah meliput “Kangkung Rendang” olahannya dalam 5 bulan terakhir.

“TV ini memang cepat pengaruhnya, banyak yang pesan setelah melihat tayangan di tv, kita bersyukur juga”, ungkapnya dengan penuh gelak tawa pada kami.

Pak Raden yang juga dikenal sebagai pelatih hidroponik ini menjelaskan, bahwa “Kangkung Rendang tidak hanya dibuat dari sayuran hidroponik yang sehat dan tanpa pestisida, namun juga bebas dari bahan pengawet dan penyedap makanan instan. Bahkan untuk mengurangi konsumsi minyak yang berlebih, minyak dari sayur kangkung yang direndang ini juga disedot menggunakan teknik khusus sehingga rendah minyak dan kolesterol.

sayur kangkung rendang pak raden_web

Pak Raden meladeni pembeli yang datang ke kediamannya.

Selain sayur kangkung yang direndang, ada juga panganan lain yang diolah dari hasil kebun hidroponiknya. Seperti berbagai jenis nugget dan es krim sayur. Memang terbilang unik, namun semuanya diawali dari satu alasan yang sama, yaitu ingin menciptakan“cara lain makan sayur.”

“Kangkung rendang dan makanan olahan lainnya itu adalah cara lain makan sayur yang kita ciptakan untuk anak-anak di rumah. Ternyata hasilnya enak dan mendapat respon positif. Kalau bicara omset, dari seluruh penjualan Syifa Hidroponik, per bulan nya bisa mencapai Rp 15 juta per bulan,” paparnya.

Satu kotak “Kangkung Rendang ukuran 100 gram dijual dengan harga Rp 25 ribu per kotak. Untuk nugget ayam dan ikan dijual dengan harga Rp 30 ribu per kotak dan untuk nugget udang dijual denganharga Rp 35 ribu per kotak. Sementara itu, untuk satu set hidroponik starter kit dijual mulai dari harga Rp 125 ribu sampai Rp 8 juta, untuk pemesanan Green House harganya disesuaikan dengan luas dan lainnya.

sayur kangkung rendang pak raden_web

Pak Raden dan kangkung rendangnya

Untuk pemesanan “Kangkung Rendang” atau informasi lebih lanjut tentang hidroponik, bisa menghubungi ke nomor 0812 6011 332 atau mengunjungi langsung alamatnya di Jalan Bromo Lorong Amal No. 11. Untuk pembelian online sedang dikembangkan, informasi lebih lanjut silahkan follow instagramnya di @Syifa_Hidroponik

Di akhir pagi itu, Pak Raden berkata,“apa pun usaha yang dilakukan harus fokus, yakin, kerja keras, kreatif, inovasi, karena inovasi akan selalu menjadikan kita yang terdepan. Pokoknya, jadi petani kota itu keren.” (mhm/02)