Srikandi, Rumah Makan Cozy


MEDAN. Kebanyakan mahasiswa itu identik dengan gaya acak-acakan, baju dan sepatu buluk, kantong pas-pasan, idealis, dan masih banyak lagi. Memang tidak semua mahasiswa yang bertipe seperti itu, kebanyakan. Bulan muda selalu makan di tempat yang punya pendingin ruangan, dan bulan tua selalu makan indomie di kost-an, anak kost sekali bukan? Tapi bukan berarti mahasiswa yang punya kantong pas-pasan ini hanya memikirkan harga makanan, banyak juga yang memikirkan masalah kehigienisan makanan, kenyamanan tempat makan, sampai ke pelayanan, walaupun tetap dengan harga yang masuk di akal.

Srikandi adalah tempat makan yang cocok untuk mahasiswa yang punya tipe seperti ini. Mungkin bagi mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang ngekos di sekitar Sei Padang sudah tahu tempat makan ini. Tempat makan ini bersebelahan dengan kos cewek Srikandi. Tepatnya ada di Jalan Sei Padang. Kalau anda tahu rumah makan Zam-Zam, tepat di seberang rumah makan itu ada gang kecil di sebelah jembatan parit kecil. Masuk saja terus ke dalam sampai anda menemukan jalan yang disebelah kirinya terdapat pohon bambu yang berderet. Nah, sebelum deretan pohon bambu yang panjang itulah letak Rumah Makan Srikandi. Anda juga bisa masuk dari jalan yang lain, anda bisa jalan menyusuri pohon bambu tersebut, sampai di simpang tiga kemudian belok kiri, dan masuk melalui pintu masuk Srikandi. Ini juga salah satu rumah makan yang MLM. Kalau mau tahu MLM itu apa, silakan baca artikel kami tentang bakso Mas Koboy.

Yang saya suka dari rumah makan ini adalah tempatnya yang asri. Rumah makan ini dikelilingi oleh pepohonan, dan kebanyakan adalah bambu. Tempatnya benar-benar top markotop deh, karena saya memang suka pepohonan, dan nuansa lingkungan yang hijau. Kalau soal makanan tidak perlu diragukan, mulai dari rasa, sampai pilihan makanan yang disediakan. Saya sering memesan nasi ayam semur dan bakwan sebagai pelengkapnya, kemudian saya juga sering pesan “Nurdin” sebagai pelepas dahaga. Kenapa? Masih ada yang tidak tahu apa itu nurdin? Nurdin itu Nutri Sari Dingin, sama seperti “Mandi,” Teh Manis Dingin.

Rasa dari makanan juga sedap. Top deh pokoknya. Bagi kalian yang belum pernah mencoba rumah makan ini, langsung coba deh, dijamin kalian tidak akan menyesal dan akan ketagihan. Soal harga? Tenang saja mas, harga masih bersahabat di kantong kita-kita.

Harga masih terbilang normal kok, sekitar delapan ribu rupiah per porsi, lengkap dengan nasi, ayam atau lauk pauk lain, dan sayur-sayuran. Kalau anda juga memesan bakwan dan Nurdin seperti saya, budget yang dikeluarkan tidak akan lebih dari tiga belas ribu rupiah. Bagi saya itu adalah harga yang normal untuk rumah makan dengan tempat yang asri dan nyaman, dan dengan makanan yang top. Jadi walaupun kantong kita pas-pasan, bukan berarti harus mengorbankan kenyamanan dalam memenuhi kebutuhan energi kita bukan?

Rumah Makan Srikandi ini buka sampai sore, tapi saya tidak tahu sampai jam berapa tepatnya. Namun saya pernah makan disana pada jam lima sore. Pada akhirnya, tetap jangan lupa berdoa sebelum makan dan jangan menyisakan makanan ya, karena mungkin saja berkah Allah SWT adanya di butir nasi yang terakhir. (mhm/02)