Tahu Pop : Cemilan Enak Untuk Santai Sore Hari

MEDAN. Tahu adalah panganan yang dibuat dari endapan perasan biji kedelai yang mengalami koagulasi. Panganan ini dipercaya berasal dari Tiongkok, dan asal namanya merupakan serapan dari bahasa Hokkian (tauhu) yang secara harfiah artinya “kedelai terfermentasi”.

Di Indonesia sendiri, panganan ini sendiri telah banyak disesuaikan dengan “citarasa lokal” yang mengakibatkan beragam jenisnya hingga berbagai olahannya. Tampilan luarnya sendiri ada ada yang berwarna putih maupun kuning.

Di Medan sendiri, panganan yang sudah dikenal sejak 2.200 tahun lalu ini diadopsi dengan beragam varian. Ada yang menjualnya begitu saja, ada juga yang mengkombinasikannya dengan hidangan lainnya.

tahu pop

Kali ini redaksi mhm.asia akan membahas tentang olahannya yang bisa dikatakan baru saja eksis di kota Medan. Tahu Pop namanya. Jenis panganan ini adalah salah satu kuliner pinggir jalan yang terletak di Jalan S. Parman, kira-kira 50 meter sebelum simpang tiga yang ada Patung Guru Patimpus.

Gerainya sendiri cukup mencolok mata karena menggunakan spanduk dan standing banner berwarna mencolok, merah.

Lantas apa yang membedakan panganan ini dengan yang sejenisnya seperti tahu sumedang, tahu gunting, dan lainnya ? Di sini pertama-tama olahan dari kacang kedelai ini dipotong kotak-kotak, kira-kira seukuran 4 cm x 4 cm . Selanjutnya tahu digoreng di dalam minyak mendidih yang sudah tergenang. Kemudian, ke dalam minyak disiramkan lagi semacam adonan tepung cair yang menghasilkan sensasi kriuk dan krenyes yang menyatu ke tahu yang sedang digoreng.

tahu pop

Proses penggorengan tahu pop

Setelah matang, pangan ini lalu ditiriskan untuk selanjutnya dibumbui dengan garam dan semacam penyedap. Bagi yang ingin makan di tempat, panganan ini diletakkan di atas piring kaca putih, lengkap dengan sambal kecap, bawang goreng, dan beberapa potong cabe rawit. Tenang saja, lokasi makan di tempatnya bisa dibilang cukup nyaman, karena berada di dalam sebuah ruko, yang digunakan bersama oleh si penjual dan beberapa pedagang makanan lainnya.

Untuk bisa menikmati seporsi panganan ini, pembeli dikenakan biaya Rp 10.000, dan sudah mendapatkan lebih dari 10 potong tahu pop.

pembuatan tahu pop

Mengenai rasa, panganan ini terasa cukup gurih.

“Tacin alias tahumecin,” kata @cha_asmarani tentang panganan ini di postingan aku instagram @makanhalalmedan.

Tertarik untuk mencoba ? Gerai ini mulai buka sekitar pukul 12.00 – 18.00 WIB setiap hari. Namun jika pembeli ramai, bisa jadi sekitar pukul 17.00 WIB sudah ludes semuanya. Jadi silahkan atur waktu yang untukbisa mencicipinya.