Tips Liburan Halal di Bangkok dan Phuket

MEDAN. Berlibur dan berbaur dengan masyarakat yang memiliki budaya dan berbahasa berbeda itu mengasyikkan. Berdasarkan hal ini, kami memutuskan untuk berlibur keluar negeri. Pilihan pun jatuh ke Malaysia dan Thailand. Pertimbangannya adalah biaya yang “tidak terlalu mahal”, dan pastinya ada penerbangan langsung (direct flight) dari kota tercinta kami, Medan. Rutenya adalah Medan – Kuala Lumpur – Phuket – Bangkok – Medan. Namun kali ini kami akan lebih bercerita tentang pengalaman di Thailand yang notabene bukan negara muslim. Liburan ini sendiri kami lakukan di akhir tahun 2012.

Persiapan Umum 

Sebelum berangkat, ada beberapa hal yang tentunya perlu disiapkan. Pesanlah tiket pesawat jauh-jauh hari, usahakan cari tiket promo penerbangan biar dapat harga yang terjangkau. Maskapai penerbangan pasti mengumumkan promonya melalui media sosial, jadi silahkan like fanpage facebook mereka dan follow twitter-nya.

Selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah tempat menginap kita selama di negeri orang. Kami memesan hotel via internet. Yang perlu diperhatikan pada saat memesan hotel via internet adalah review dari pengguna hotel/hostel sebelumnya. Biasanya review-nya cukup jujur. Usahkan juga memilih tempat menginap yang tidak jauh dari sarana transportasi umum, seperti stasiun BTS (monorail Bangkok). Pastikan juga hotel atau tempat nginap kita memiliki fasilitas koneksi internet nirkabel (wi-fi).

Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah sarana berkomunikasi. Gunakan SIM Card dari negara yang dituju di ponsel yang kita miliki. Aktifkan paket internet SIM Card lokal di smartphone, sehingga kita bisa tetap berkomunikasi dengan keluarga/kerabat di tanah air. Maksimalkan juga penggunaan google maps sebagai panduan untuk berjalan kemana saja.

Jangan lupa juga untuk menukar duit Rupiah kita ke Baht (mata uang resmi Thailand) pada saat masih di Indonesia. Kami sarankan untuk menukarnya dalam jumlah yang banyak, karena Rupiah dihargai rendah di luar negeri. Selain itu tidak semua “money changer” di Bangkok atau Phuket yang mau menerima Rupiah. Beda halnya Jika kita memiliki mata uang lain seperti Dollar atau Poundsterling. Kami sendiri menukar Rupiah ke Baht untuk membatasi penggunaan kartu kredit selama di luar negeri.

Bangkok 

Bangkok adalah kota terbesar sekaligus ibukota Thailand. Jika ingin ke Bangkok dari Medan, maskapai penerbangan Air Asia menawarkan penerbangan. Apabila menggunakan penerbangan low cost seperti Air Asia kita akan mendarat di Bandara Don Mueang, bukan di Bandara Suvarnabhumi. Don Mueang memang lebih kecil, tapi justru lebih dekat ke pusat kota Bangkok, dan dekat ke Chatuchak Weekend Market yang merupakan pasar tradisional serba ada terbesar di Thailand. Pasar ini gak bakalan siap dikelilingi dalam satu hari, salah satu spot yang wajib dikunjungi.

Soal makan, sebenarnya tidak terlalu susah cari kuliner halal di Bangkok – Phuket. Disini ada banyak restoran India & Timur tengah, dan biasanya mereka mencantumkan logo halal di depan tokonya.

Tapi jujur, yang banyak membantu kami saat kelaparan di hotel adalah makanan beku yang dijual di minimart seperti seven eleven. Masuk ke minimart. Cari makanan siap saji beku. Pilih menu dan cari yang ada logo halalnya. Panaskan di kasir, santap, dan lapar pun hilang. Nasi ayam hainan, spaghetti, nasi goreng, adalah beberapa menu dari makanan beku halal yang bisa didapat di minimart Thailand. Harganya pun cukup ramah di kantong. Soal kesehatan ya baca Bismillah aja, soalnya kita kan tidak mengkonsumsi makanan seperti ini setiap hari. Hehehe..

Ngebontot (membawa bekal dari rumah) adalah salah satu tips biar tidak susah mencari makan saat berlibur di luar negeri. Rendang atau sambal teri kering, adalah bekal ideal. Jadi kita hanya tinggal mencari nasi putih atau mungkin roti.

Sebenarnya di pinggir jalan Bangkok banyak juga makanan yang kelihatannya halal, seperti nasi goreng, padthai (semacam kwe tiauw goreng khas Thailand, bedanya digoreng pake kacang tanah yang ditumbuk kasar), tapi kami tidak yakin kehalalannya. Kami juga berani mencicipi air kelapa segar yang dijual di pinggir jalan.

Kota yang juga dikenal dengan sebutan Krung Thep ini juga ramai mall dan pusat perbelanjaannya. Buat yang hobi belanja, boleh ke MBK (Mahboonkrong) atau Platinum Mall. Pilihannya banyak, murah, dan ada restoran halalnya. Bahkan Platinum Mall menyediakan musholla yang bersih dan rapi. Jadi kita tidak perlu takut “absen” untuk menghadap ke hadirat-Nya.

Jika ingin melihat boneka lilin mulai dari Presiden Soekarno, Cristiano Ronaldo, Oprah Windfrey, Lady Gaga, hingga Muhammad Ali dan Barrack Obama bisa di Siam Discovery. Tiket masuknya dua ratus ribuan Rupiah.

Satu hal lagi yang jangan dilupakan di Bangkok adalah wisata sungainya. Kita bisa menikmati berlayar di atas sungai Chao Phraya, sungai besar dan panjang yang membelah kota Bangkok. Salah satu waktu idealnya adalah sore hari, sambil melihat matahari tenggelam di Wat Arun. Bahkan ada juga yang menawarkan wisata makan malam di atas kapal ferry di tengah sungai Chao Phraya sambil menikmati nuansa Bangkok dan Chao Phraya di malam hari.

Di dermaga perahu di dekat Wat Arun juga terdapat penjual padthai seafood yang halal, enak, dan dan murah.

Phuket 

Phuket adalah sebuah pulau yang terletak di Laut Andaman, di pantai barat Thailand. Pulau yang lebih kecil daripada negara Singapura ini adalah pulau terbesar yang dimiliki Thailand. Mayoritas penduduknya beragama budha, namun jumlah masyarakat muslim disini terbilang cukup banyak. Ada sekitar 17 persen dari total penduduk Phuket.

Jika ingin ke Phuket, tidak ada penerbangan langsung dari Medan. Kami sendiri mencapai Phuket dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Secara umum, tips cari makanan halal disini tidak jauh berbeda dengan di Bangkok. Di Bandara Internasional Phuket contohnya, terdapat sebuah rumah makan muslim yang hampir semuanya pelayannya memakai jilbab.

Di Phuket, kami menginap di daerah Patong yang jadi salah satu kawasan wisata disini. Untuk mencari makanan halal selain makanan beku di minimart, ada beberapa daerah di Patong yang bisa dijelajahi. Pada pagi – siang hari, di dekat Jungceylon Malljuga ada penjual nasi briyani plus ayam goreng yangg halal. Di Jalan menuju ibukota Phuket, juga ada warung muslim yang jual sup lembu yang rasanya mantap. Jika malam hari, di Pasar di belakang Jungceylon Mall juga terdapat penjual padthai enak, halal, dan murah.

Pengalaman kuliner yang paling menarik di Phuket itu adalah menemukan restoran khas Thailand yg halal. Nah disinilah kami menyantap tomyam sampe puas. Di restoran ini juga terdapat ada menu “western” yang menghadirkan pizza tipis yang rasanya memanjakan lidah ini. Namun karena terlalu enak makan, kami lupa nama restoran lengkap ini. Intinya jika rajin jalan, ada banyak pilihan restoran halal di Patong, Phuket ini.

Tidak lengkap rasanya apabila ke Phuket tapi tidak memaksimalkan wisata laut dan pantainya. Kami pun memutuskan untuk ke Phi Phi Island, dan dua pulau lainnya. Setelah tanya sana sini, akhirnya kami ikut paket yang harganya 1000 Baht per orang. Dengan paket ini kita bisa berkeliling 3 pulau, dan dipinjamkan peralatan snorkeling.

Phi Phi Island adalah salah satu pulau dari banyak pulau kecil yang terdapat di sekitar Phuket. Untuk mencapai Phi Phi Island dan pulau lainnya, dari Patong kami bergerak sekitar pukul sembilan pagi dengan mobil ke arah ibukota Phuket untuk kemudian menuju ke dermaganya. Perjalanannya memakan waktu sekitar 45 – 60 menit. Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan laut dengan kapal boat. Subhanallaah. Sepanjang perjalanan menuju Phi Phi Island kita akan menikmati keindahan laut, dan pantai disini.

Setelah sekitar 45 menit perjalanan kita akan sampai di Phi Phi Island. Disini kita akan disuguhi pasir putih pantai, air laut yang jernih, hingga bukit karang yang mempesona. Sayang disini tidak bisa lama, karena harus ke pulau berikutnya. Kami pun makan siang di pulau kedua. Menu makanan disini cukup lengkap, halal, rasanya juga cukup enak. Pemberhentian berikutnya adalah menikmati keindahan laut andaman dengan melakukan snorkeling.

Selain itu, Phuket juga memiliki atraksi khas yang dikenal dengan nama Siam Naramit. Namun karena keterbatasan waktu, kami tidak sempat menikmati pertunjukan ini.

Penutup

Setelah berlibur menikmati keindahan alam di Phuket ini kami makin sadar kalau soal keindahan alam dan kenikmatan kuliner, Indonesia yang zamrud khatulistiwa ini memang luar biasa potensinya. Namun tentu saja ini semua harus dikelola dengan lebih profesional, lebih bijaksana, dan didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Amiiien. (mhm/01)