Warung Belut Mas Ben & Mbak Serly, Enyaaaaaakkk!

MEDAN. Anda suka makan belut, atau malah hobi budidaya belut? Hehehe. Kalau suka, anda harus mencicipi menu-menu belut yang dijual di Warung Belut Mas Ben & Mbak Serly. Warung ini terletak di Jalan Peringgan Gang Belut, Helvetia, Medan.

Untuk menemukan warung yang tiap harinya buka mulai pukul sembilan pagi ini bisa dibilang gampang-gampang susah, karena lokasinya yang masuk ke dalam gang. Mungkin jalur yang kami tempuh ini bisa membantu anda. Pertama kami melewati simpang empat Jalan Kapten Muslim – Jalan T. Amir Hamzah, Griya. Dari sana kami masuk ke Jalan Kapten Muslim Ujung, terus saja hingga mentok dan ketemu Jalan Kapten Sumarsono (terusan Jalan Asrama, Ring Road). Dari sini, kami belok ke kiri dan berjalan sekitar 100 meter lalu menyeberang masuk ke dalam Jalan Karya IV (di depan jalannya ada gapura kecil berwarna ungu), terus saja hingga mentok jalan (itu sudah Jalan Peringgan) dan ketemu lapangan. Selanjutnya kami belok kanan dan plang Warung Belut Mas Ben & Mbak Serly sudah bisa dijumpai di sisi kiri jalan setelah kira-kira berjalan sejauh 50 meter.

warung belut

Warung ini bentuknya masih semi permanen, berdindingkan kayu dan berlantaikan semen sederhana, dan letaknya “nyempil” di antara rumah warga. Meski demikian, mobil-mobil dan sepeda motor milik pelanggan warung selalu “menumpuk” parkir di sekitar warung yang hari Jumat tutup ini.

Tanpa basa basi, siang itu (15/08/2015), kami pun langsung memesan seporsi belut goreng cabe hijau, beserta telur dadar, dan tempe goreng. Sembari menunggu, tak sengaja kami melihat sebuah foto yang dibingkai yang diletakkan di tengah ruangan. Ternyata Pak Bondan “maknyus”¬†Winarno ¬†juga pernah makan di warung ini.

Beberapa menit kemudian, pesanan kami pun diantarakan ke atas meja. Penasaran, kami pun langsung mencicipinya. Enyaaaaaaak! Tekstur belut gorengnya lembut, dengan sambal hijau yang didominasi rasa pedas gurih dan masih terselip rasa manis. Telur dadarnya juga gurih.

Selain enyaaak, harga menu-menu disini juga ramah di kantong. Sepiring belut goreng cabe hijau dihargai Rp 10.000, nasi putih sepiring Rp 5.000, dan telur dadar Rp 6.000.

sajian belut yang didapat dari budidaya belut

Selain belut goreng cabe hijau, belut tauco, dan belut kencur adalah menu belut lainnya yang wajib anda coba di warung yang tutup sekitar pukul empat sore ini. Sayang kami tidak sempat bertanya apakah belut-belut ini dibeli atau hasil budidaya belut sendiri.9

Setelah menghabiskan semua sajian di atas meja, kami pun langsung teringat petikan firman Allah di Surah Ar-rahman yang berbunyi “maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kamu dustakan?”. Alhamdulillaaaah.

Peta lokasi :