Wisata Jawa Timur: Pengalaman Perjalanan Medan – Gunung Bromo

MEDAN. Kali ini kami akan membahas pengalaman kami berwisata di sekitaran Jawa Timur (minggu kedua Juli 2018). Wisata Jawa Timur yang kami tuju adalah Gunung Bromo. Gunung Bromo sendiri adalah sebuah gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, Malang. Gunung Bromo sendiri termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

wisata jawa timur

Pemandangan Gunung Bromo beberapa saat pasca matahari terbit

Dari Medan, kami menaiki penerbangan langsung ke Surabaya. Pesan tiketnya via aplikasi di ponsel pintar. Setiap harinya ada satu kali penerbangan langsung Medan – Surabaya oleh maskapai berlogo singa, dengan durasi di atas udara sekitar tiga jam. Sesampainya di Surabaya, kami menuju kota Malang dengan menggunakan kereta api; lama perjalanannya sekitar dua jam. Berdasarkan informasi yang kami dapat dari teman, untuk bisa ke Gunung Bromo, Malang adalah salah satu pintu masuknya.

Perjalanan wisata Jawa Timur menuju Bromo dari Malang memiliki banyak pilihan. Pertama adalah dengan menggunakan sepeda motor (bisa disewa di sekitar Malang) dan bisa langsung ke Gunung Bromo. Pilihan kedua adalah diantar jemput dengan menggunakan mobil jeep. Sebagai informasi, gunung ini tidak bisa dicapai dengan menggunakan kendaran roda empat standar (sejenis MPV) karena medannya yang cukup curam.

Para pengunjung mengabadikan momen matahari terbit di spot sekitar Gunung Bromo

Kami pun memilih opsi diantar jemput dengan mobil jeep. Alasannya adalah karena suhu udara yang cukup dingin. Di Malang saja suhu udara sekitar 16 derajat celcius ketika matahari masih bersinar. Apalagi di sekitaran Gunung Bromo yang saat itu suhunya sekitar 5 – 7 derajat celcius. Salah satu momen terbaik berlibur ke Gunung Bromo adalah ketika bisa melihat matahari terbit (sekitar jam setengah lima waktu setempat). Oleh karena itu tentu perjalanan dari Malang ke Bromo ditempuh tengah malam, dan apabila menggunakan sepeda motor, kami takut kedinginan. Hehehe.

Alhamdulillah, kami mendapatkan kontak pengemudi jeep dari kenalan di Malang. Setelah sepakat soal tarifnya, kami dijemput sekitar jam satu dini hari di kota Malang dengan menggunakan mobil jenis mpv. Dari Malang, kami berhenti sebentar di Desa Ngadas (desa administratif tertinggi di Indonesia, tempat tinggal Suku Tengger) untuk berganti kendaraan dari mpv ke mobil jeep.

wisata jawa timur

Pemandangan Gunung Bromo dari Bukit Cinta

Kami tiba di Gunung Bromo sekitar jam empat dini hari. Benar saja, cuacanya sangat dingin, 7 derajat celcius. Untung saja di sana ada banyak opsi untuk mengatasi cuaca dingin tersebut; ada penyewaan dan penjualan jaket – topi – dan sarung tangan. Kami sendiri memutuskan untuk menyewa jaket tebal dengan tarif Rp 20.000. Setelah selesai sholat shubuh, kami menuju salah satu spot untuk mengabadikan mentari terbit di Gunung Bromo. Masya Allah indahnyaaa. Lapar? Jangan khawatir karena di sekitar sini ada penjual mie instan dan beragam minuman dan makanan ringan.

Setelah puas menikmati mentari terbit, kami diajak si abang pengmudi jeep ke sudut lain, untuk menikmati Gunung Bromo, di Bukit Cinta lebih tepatnya. Di sini kita harus menaiki tangga agar bisa menikmati kepulan asap yang keluar dari kawah Bromo di Kompleks pegunungan di Kaldera Tengger.

Hayooo, mimin yang manaaa?

Spot selanjutnya adalah menikmati trekking ke atas kawah Gunung Bromo. Ditemani dengan pemandangan yang tjiamik, sekitar jam tujuh pagi sudah sampai di kaki kawah Gunung Bromo. Perjalanan menuju kawah Gunung Bromo dari tempat pemberhentian jeep cukup jauh, sekitar 2 Km. Jika kamu memiliki anggaran lebih, tidak ada salahnya menyewa kuda dengan tarif sekitar Rp 100.000 (bisa nego), pengalaman menaiki kuda juga cukup berkesan.

Tangga menuju puncak Kawah Gunung Bromo

Namun, tidak ada salahnya juga trekking ke puncaknya dengan berjalan kaki yang bisa ditempuh sekitar 30 menit – 45 menit. Lelah memang, namun begitu sampai ke puncaknya, rasa lelah itu terbayar tuntas, karena pemandangannya cukup memukau, baik pemandangan kawah bromo dan asapnya atau lansekap yang “mengepung” pegunungan ini.

Puncak Kawah Gunung Bromo

Spot selanjutnya adalah “Pasir Berbisik” dan “Bukit Teletubbies”. Di dua spot ini silahkan mengambil foto sepuasnya karena semua spotnya memang “instagramable”. Sekitar pukul 10.00 WIB, kami bertolak kembali ke Malang. Alhamdulillaah.

Di Bukit Teletubbies

====
Perkiraan Biaya Primer:

  • Tiket Medan – Surabaya PP : Rp 3.500.000 (fluktuatif)
  • Tiket kereta api Surabaya – Malang PP : Rp 300.000 (fluktuatif)
  • Sewa Jeep ke Bromo : Rp 1.100.000 (satu jeep nyaman diisi lima orang, diantar dan dijemput balik Malang)
wisata jawa timur

Pengendara kuda yang siap mengantarkan pengunjung ke puncak Kawah Gunung Bromo

Tips:

  • Beli tiket penerbangan dan kereta api ketika bukan musim liburan, agar harga lebih murah
  • Cari info tentang cuaca di Bromo ketika hendak ke sana, jikalau sedang dingin-dinginnya, jangan lupa persiapkan jaket, tutup kepala, sepatu, dan sarung tangan.
  • Persiapkan kondisi fisik karena perjalanan ke Gunung Bromo biasanya dimulai lewat tengah malam, jadi kemungkinan besar satu malam kita tidak tidur sama sekali.
  • Jika memang harus menginap di Malang,¬†booking¬†penginapan jauh-jauh hari dan bukan di musim liburan agar mendapatkan harga yang lebih murah.