Wisata Bukan Tentang Seberapa Jauh, Tapi Apa Yang Kita Lihat, Kita Rasa: Rudi Hartoyo

MEDAN. “Wisata atau traveling bukanlah tentang seberapa jauh, tapi tentang apa yang kita lihat, kita rasa, dan pengalaman yang kita dapat itulah yang kita ceritakan”. Sepenggal kalimat tersebut adalah salah satu prinsip Rudi Hartoyotravel blogger, sekaligus pendiri medanwisata.com.

Awal cerita pria 25 tahun ini mendirikan Medan Wisata berawal dari hobinya yang suka jalan-jalan. Tepat pada 13 Agustus 2013, ia membuat sebuah blog gratisan yang berisi artikel tentang pengalamannya berwisata ke Berastagi.

“Jadi ada folder foto-foto yang sayang dianggurin, ya udah akhirnya aku posting di blog. Eh ternyata responnya lumayan baik, banyak yang search, jadinya ya dilanjutin terus,” terangnya.

Karena memang hobi nulis di blog, Rudi pun terus mencari info tentang komunitas blogger di Medan. Akhirnya setelah bertemu beberapa rekan yang sehati dan sepemikiran, ia dan rekan-rekannya mendirikan “Blogger Medan”, komunitas blogger di kota Medan.

rudi hartoyo medan wisata

Penikmat soto medan ini mengungkapkan, komunitas Blogger Medan (Blog M) banyak membantunya dalam banyak hal, mulai dari branding, sosial media, dan tentu saja jaringan.

“Blog M banyak membantu, banyak orang-orang sosial media yang udah sukses di situ. Saling sharing di situ. Sebulan sekali ada durian — diskusi ringan anak Medan — pematerinya biasanya udah berpengalaman, ada youtubers, pegiat sosial media, dan lainnya. Di sinilah aku kenal Bang Wahyu dan Bang Agoez yang banyak ngasih ilmu soal branding, SEO, dan lainnya,” papar Rudi.

Integrasi Sosial Media

Pria yang menjadikan Samosir sebagai destinasi wisata favoritnya ini menyampaikan, untuk mendukung blognya, ia memaksimalkan dan mengintegrasikannya dengan sosial media, seperti instagram, youtube, hingga facebook. 

“Sosmed aktifnya setahun setelah punya blog,” katanya.

Rudi menjelaskan, prioritas utamanya adalah blog, namun instagramnya yang kini sudah memiliki follower sekitar 33.000-an pengguna juga ia maksimalkan.

“Di instagram aku usahain sehari satu postingan. Nah, di postingan itu aku arahin ke follower, kalau mau tau artikelnya lebih lengkap silahkan langsung ke medanwisata.com,” ungkapnya.

“Alhamdulillah sekarang per harinya udah sekitar 2.000-an visitor dan 3.000-an pageview,” sambungnya.

Pertemanan

Selanjutnya, agar konten di blognya terus update, mantan Ketua Blog M ini menerapkan sistem pertemanan.

“Contohnya. ada follower yang pernah ke suatu daerah yang belum pernah aku kunjungi, aku minta dia nulis, eh tapi ternyata dia bilang gak pandai nulis, ya udah aku suruh cerita, biar aku yang nulis, fotonya dari dia, akhirnya dia jadi kontributor,” jelasnya.

Rudi pun menyampaikan, melalui blognya ia mendapatkan banyak teman baru, yang terus mendukungnya, meski belum pernah bertatap muka secara langsung.

“Senangnya dapat support melalui email kalau mereka jalan-jalan dan dapat rutenya dari kita, alhamdulillah jadi bermanfaat buat orang lain,” ungkapnya.

Tentang Medan, Wisata, dan Medan Wisata

Rudi menjelaskan, blognya medanwisata.com berisikan konten artikel yang 80 persennya konten tentang wisata di Sumatera Utara. Meski demikian, Rudi juga menyampaikan kalau nama “Medan Wisata” itu sendiri tidak melulu menganalogikan Medan sebagai nama kota, namun bisa juga sebagai dianalogikan sebagai tempat, atau area.

Instagram @medanwisata

Medanwisata.com bukan hanya tentang Medan tapi tentang perjalananku dan teman-teman berwisata ke sekitar Sumatera Utara, termasuk di luar Sumatera Utara, juga teman-teman sekalian. Siapa pun yang ingin bercerita silahkan,” sebutnya.

Mengenai wisata di Medan dan Sumatera Utara pada umumnya, pria yang lahir di Pematang Siantar ini menuturkan masih banyak hal yang perlu dioptimalkan. Di Medan contohnya, menurutnya, pengembangan wisata heritage-nya masih kurang.

“Pemerintah kurang optimal mempertahankan heritage kota Medan. Ada bangunan heritage yang pernah kulihat, dibiarkan hancur dengan sendirinya,” keluhnya.

“Untunglah di Medan ada komunitas Medan Heritage yang berusaha mengajak anak muda lebih peduli soal heritage di kotanya sendiri,” lanjutnya.

Selanjutnya, Rudi juga menyesalkan mengenai masih tingginya pungli (pungutan liar) di beberapa tempat wisata di Sumatera Utara.

“Saya dan teman pernah kena pungli, padahal daerah tujuannya masih sejam lagi, tapi sudah dipaksa pakai jasa mereka. Di Sumatera Utara ini masih banyak tempat wisata yang belum terjamah dan tidak dikelola dengan baik, padahal potensinya tinggi,” sambungnya.

Tips

Selama ngeblog dan aktif di instagram, anak pertama dari tiga bersaudara ini sudah mendapatkan penghasilan tambahan. Rudi juga kerap ditawari acara offline seperti menjadi pembicara di acara tentang travel bloggingi, seperti acara dari tiket.com dan Urban Giggs.

“Aku pernah juga diajak sama Semen Padang — bareng blogger dan media lain — keliling Bukit Tinggi, mengunjungi pabriknya secara langsung,” kenangnya.

Rudi Hartoyo Medan Wisata

Kredit: Dokumentasi pribadi Rudi Hartoyo

Rudi menyarankan, bagi yang ingin menjadi seorang travel blogger, kuncinya adalah konsistensi. Ia sendiri memang menyiapkan budget khusus untuk hobinya jalan-jalan, berwisata.

“Harus konsisten intinya, kalo mau jadi travel blogger ya harus jalan, di Sumatera Utara masih banyak yang bisa dieksplor,” ungkapnya.

“Kalo masih sekitar Sumatera Utara, biasanya ya seminggu atau dua minggu sekali aku jalan. Yang penting tau arah jalan, masalah tempat pastinya tinggal tanya penduduk setempat,” tuturnya lagi.

Rudi menceritakan, salah satu pengalaman mengasyikkannya dalam berwisata adalah mengunjungi Pulau Samosir dengan mengendarai sepeda motor.

“PP (pulang-pergi, red) dari Medan – Samosir, berangkat jam tiga pagi, pulang jam tujuh maghrib, terus hampir kecelakaan di daerah inalum, kepleset, untung gak apa-apa,” katanya.

Rudi menambahkan, selama berwisata kuncinya adalah tetap ramah di jalan, di daerah baru, agar tidak terkesan sombong bagi warga sekitar.

“Kalau nyasar si udah biasa, hehehe. Intinya berani tanya, berani komunikasi sama warga setempat,” tutupnya.

BIODATA

Nama Lengkap : Rudi Hartoyo
Tempat, Tanggal Lahir : Pematang Siantar, 4 Desember 1991
Status : Belum Menikah
Pendidikan Terakhir : Sarjana Komputer, STMIK Budidarma
Agama : Islam
Email : medanwisatacom@gmail.com
Sosial Media : @medanwisata