Media Halal Muslim Tranformasi Makan Halal Medan

Tips & Trik Digital Marketing, Influencer & SEO

Find Out More

Aldhimas: Menulis Novel Jadi Media Meluapkan Emosi

MEDAN. Bagi pria satu ini, menulis novel adalah medianya untuk meluapkan emosinya. Dia adalah Muhammad Chalilullah yang akrab disapa Al, Aldhimas.

Al mulai suka menulis sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kemampuan menulisnya sendiri terbentuk dari hobi masa kecilnya yang senang menonton tv, mendengar sandiwara radio, hingga bermain action figure dan kartu bahasa Inggris yang ia rangkai sendiri ceritanya.

“Aku belajar nulis ya ototidak,” katanya.

aldhimas penulis novel

Aldhimas

Selanjutnya kegemaran menulisnya ini mulai ditekuninya ketika ia berstatus sebagai mahasiswa tahap akhir, yang menunggu wisuda.

“Waktu itu skripsi udah siap, ya udah untuk mengisi waktu luang aku mulai coba-coba nulis novel lalu dikirim ke penerbit. Sebelumnya novelku juga udah pernah diterbitin, independen, dalam rangka menggalang dana waktu kuliah,” paparnya.

Novel “self published” milik Al

Sebelumnya, ia telah mengidentifikasi tipikal dari masing-masing penerbit novel untuk kemudian naskah novelnya ditulis sesuai dengan standar penerbit.

“Novelku mayoritas itu genre-nya mainstream romance, dan aku lihat genre ini masuk ke Penerbit Gagas Media. Ya udah, langsung aku kirim naskahku dan alhamdulillah langsung diterima,” kenangnya.

Pada tahun 2007, terbitlah “Mr. Bener, novel pertamanya oleh penerbit skala nasional. Selanjutnya berturut-turut hingga sekarang Al telah menghasilkan lima novel dengan genre serupa.

Meski sudah cukup produktif, pegawai negeri sipil ini menyampaikan kalau ia menganggap menulis hanyalah sebagai media bersenang-senang, media meluapkan emosinya.

“Aku menulis buat senang-senang dan gak mau jadi beban. Kalau udah terbebani takutnya hasil karyaku gak dari hati, apaagi kalo udah dikejar deadline,” ungkap penggemar novelis Jane Austen dengan karya Sense and Sensibility-nya.

Walau tidak dijadikan mata penghasilan utama, setidaknya Al telah mendapatkan royalti dari kelima bukunya dengan nominal yang cukup banyak.

“Royaltinya kira-kira bisa lha untuk liburan tiap tiga bulan. Tapi jumlah royaltinya gak langsung dibayarkan sebesar itu, tergantung hasil penjualan per bulan lha, jadi senang aja akhir bulan tiba-tiba ada kejutan di rekening,” lanjut penulis yang mengidolakan Dewi Lestari ini.

Saran & Rencana Ke Depan

Dalam kelima novelnya tersebut, Al mengambil Medan sebagai setting cerita. Menurut Al, agak jarang novel yang menggunakan Medan sebagai setting ceritanya.

“Pastinya aku kan anak Medan jadi lebih tau juga detil kotaku sendiri kan, selain itu aku juga membawa misi kota mengenalkan Medan juga. Di antara kelima novelku tersebut, favoritku yang flavour of love” ungkapnya.

novel flavor of love aldhimas

Ke depannya, Al berkomitmen akan lebih fokus menulis. Bersama beberapa penulis lainnya, Al juga akan merilis buku terbarunya bertajuk “Indonesia Bercerita” yang berisikan cerita-cerita rakyat nusantara yang ditulis dan ditutukan kembali dengan gaya penulisan khas masing-masing penulis.

“Aku senang dapat proyek ini, karena dari kecil aku memang sudah suka dongeng,” tambahnya.

Saat ini Al juga sedang mengerjakan proyek pribadi di blognya, proyek 365, dimana ia setiap hari — selama tahun 2017 — menulis sebuh cerita di blog tersebut.

“Proyek pribadi ini supaya setiap hari aku nulis. Jadi nantinya bakal ada 365 cerita, yang isinya lebih kurang mengajak setiap orang buat baik,” sambungnya.

Bagi mereka yang ingin agar novelnya diterbitkan oleh penerbit skala nasional, Al menyarankan agar rajin membaca, perbanyak literasi, dan jeli memilih calon penerbit.

Indonesia Bercerita, proyek selanjutnya dari Aldhimas

“Milih-milih penerbit itu mirip kayak memilih pasangan hidup,” tutupnya.

 

BIODATA
Nama Lengkap : Muhammad Chalilullah
Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 13 Februari 1986
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : S1 Sastra Inggris Universitas Sumatera Utara (USU)
Status : Single
Blog : aldhimas.blogspot.com

Instagram : @al_dhimas