Media Halal Muslim Tranformasi Makan Halal Medan

Tips & Trik Digital Marketing, Influencer & SEO

Find Out More

Gochujang dan Titik Kritis Halal Masakan Korea

MEDAN. Gochujang ini adalah pasta cabai terbuat dari beras ketan dan bubuk cabai yang difermentasi. Akibat dari fermentasi seringkali meninggalkan alkohol di dalam hasil akhirnya. Banyak pertanyaan begini: Ini fermentasi alami, lalu kenapa dibilang kritis kehalalannya?

Ada beberapa alasannya. Pertama, kadar alkohol yang diperbolehkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah maksimum 0,5 % untuk makanan (dengan catatan alkohol ini bukan berasal dari khamr. Jika khamr walau sedikit pun kadarnya tetap haram). Melalui uji lab, pemilik resto korea bersertifikat halal MUI (mbak @vebrina_w jazakillah khoyr), pernah mencoba menghitung kadar alkohol dalam gochujang dan mencapai 2 % sehingga tidak diperbolehkan.

Kedua. Alkohol dari gochujang pada umumnya bukan hanya dari hasil fermentasi, namun ada alkohol yang ditambahkan, bernama Jujeong. Jujeong ini ditambahkan untuk menghentikan fermentasi. Kenapa? Karena Gochujang jika melewati perjalanan jauh (menggunakan kapal atau pesawat) punya risiko meledak. Sehingga fermentasi harus dihentikan. Mbak @vebrina_w pernah coba sendiri untuk kirim gochujang tanpa jujeong dari Korea ke Indonesia, dan benar meledak.

PENGGUNAAN GOCHUJANG DI MENU APA SAJA?

Banyak! Bisa dibilang hampir semua, terutama yang berwana merah pekat khas makanan Korea. Tteokbokki, Korean Fried Chicken, Bimbimbap, Korean Noodle & Soup, dan bahkan untuk marinasi atau merendam daging di masakan korea.

gochujang

Jadiiii, sebaiknya kalau mau pergi ke restoran khas korea cek dulu yahhh soal kehalalannya. Yang paling aman adalah pergi ke restoran yang sudah bersertifikasi halal dari MUI, karena lebih terjamin. Ingatlah ancaman Allah buat yang mengkonsumsi khamr.

“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah: 90).

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah melaknat khamr, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya dan orang yang meminta diantarkan.” (HR. Abu Daud, no. 3674; Ibnu Majah no. 3380. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib no. 2356)

“Khamr adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, shalatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalam keadaan khamr masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang Jahiliyyah.” (HR. Ath-Thabrani. Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1854 menyatkaan bahwa hadits ini hasan).

Wallaahu A’alam.

Artikel ini kami dari postingan Mbak Dian Widayanti di instagram beliau. Jazakillaahu khayran, Mbak.. 🙂