Iqbal Fahri: Media Sosial Berperan Besar dalam Promosi & Penjualan

MEDAN. Media sosial memiliki peran penting dalam promosi dan penjualan. Hal inilah yang diyakini oleh Iqbal Fahri, pengusaha muda, pemilik Kopi Sadis, tempat nongkrong paling keren di Tembung.

“Kopi Sadis mengandalkan promosi dari media sosial. Sejak Kopi Sadis masih berupa tanah kosong dan sudah berencana dibangun, kami sudah sounding lewat media sosial. Peran media sosial cukup besar, bisa dibilang kalau gak ada media sosial gak ada yang tau ada Kopi Sadis,” kata pria berumur 23 tahun ini.

Iqbal Fahri akui peran media sosial

Iqbal Fahri, pemilik Kopi Sadis

Iqbal sendiri bisa dibilang sebagai salah satu pengusaha termuda di Medan dan sekitarnya yang berkutat di usaha kuliner. Lulusan D3 Manajemen Informatika Mikroskil ini menjelaskan, ia sudah mulai berbisnis kecil-kecilan sejak masih berkuliah.

“Awalnya dulu suka jualan kaos online. Niatnya pengen nyari tambahan buat nambahin penghasilan,” katanya.

Setelah tamat pendidikan D3, orang tua Iqbal “menantangnya” untuk membuka usaha sendiri. Melihat ada peluang di Tembung, di daerah tempat tinggalnya, Iqbal yang sebelumnya sama sekali tidak memiliki latar belakang di bisnis kuliner akhirnya memberanikan diri untuk mendirikan sebuah cafe.

“Niatnya dulu saya mau buka cafe yang konsentrasi di kopi yang menghadirkan suasana nyaman bagi anak muda Tembung dengan konsep garden dan suasana sedikit vintage. Akhirnya berdirilah Kopi Sadis pada 4 April 2015,” tuturnya.

makan seblak di kopi sadis

Ruangan Indoor di Kopi Sadis, Tembung

Iqbal menceritakan, di masa-masa awal berdirinya Kopi Sadis, ia dibantu oleh rekannya asal Bandung yang sudah memiliki pengalaman dalam bisnis kuliner.

“Kopi Sadis juga menggaet Bang Adit dari @taukotembung untuk memaksimalkan promosi,” jelasnya.

Setelah didirikan dan memaksimalkan kampanye dan promosi via media sosial instagram, ternyata respon anak muda Tembung cukup positif. Mereka tertarik sekaligus penasaran dengan nama Kopi Sadis itu sendiri.

“Sadis itu singkatan dari ‘santainya tuh di sini’, terinspirasi dari lagunya Cita Citata yang judulnya ‘Sakitnya tuh Disini,” lanjut Iqbal.

Alpukat korek

Pokat korek salah satu menu andalan kopi sadis

Di tahun keduanya, Kopi Sadis sudah balik modal. Kini Kopi Sadis memiliki 17 orang karyawan dengan omset per bulannya mencapai seratusan juta Rupiah.

“Target omset per bulan sekitar dua ratusan juta, tapi meski demikian omset sekarang sudah alhamdulillah,” imbuhnya.

Bungsu dari empat bersaudara ini menjelaskan Kopi Sadis memilik beberapa menu andalan seperti martabak mini, seblak, pokat korek, kopi sadis oreo, dan lainnya.

“Kami di Kopi Sadis selalu terbuka dengan menu-menu baru dan tidak kenal lelah mengeksplor tentang kuliner-kuliner terkini dan berusaha menghadirkannya di sini,” sambungnya.

Iqbal pun mengakui bahwa investasi terbesarnya adalah di tenaga kerja dan sumber daya manusia yang komitmen dan terampil.

“Ini karena kami di Kopi Sadis berusaha memberi pelayanan sebaiknya bagi konsumen yang datang. Sejak awal buka, Kopi Sadis sendiri sudah banyak bertransformasi menjadi bentuknya sekarang karena masukan dan ide-ide dari konsumen sendiri,” paparnya panjang lebar.

seblak sadis di kopi sadis tembung

Seblak sadis di Kopi Sadis

Iqbal menambahkan, buat yang ingin mulai membuka usaha kuncinya adalah kemauan untuk mau mencoba sesuatu yang baru.

“Jangan lupa juga untuk selalu belajar dan selalu terbuka menerima saran dan kritik dari siapa saja,” tutupnya.

Peta lokasi Kopi Sadis :

 

Biodata
Tempat, Tanggal Lahir : Medan, 7 Maret 1994
Pendidikan terakhir : D3 Manajemen Informatika, Mikroskil
Alamat : Jalan Perintis Tembung
Status : Belum menikah
Agama : Islam
Instagram : @fahrieiqbal & @itskopisadis