Martabak Piring Sejak Doeloe Jalan Kapuas, Nikmatnya Pas!

MEDAN. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, martabak adalah makanan yang terbuat dari adonan tepung terigu (untuk lapisan luar) dan telur. Pada dasarnya pangan yang satu ini terbagi dua jenis, martabak asin yang dicampur dengan daging giling, sayuran, dan rempah; dan martabak manis yang adonannya ditambah gula dan diberikan topping sesuai selera, biasanya cokelat, jagung, kacang, dan sebagainya. Nah, martabak piring ini termasuk ke dalam golongan yang manis.

martabak piring sejak doeloe jalan kapuas

Sesuai namanya, martabak piring dimasak di atas piring kaleng yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa. Salah satu ujung piringnya diletakkan pegangan kayu, agar si penjual mudah mengangkat piring dan memindahkan martabak di atasnya. Agar mendapatkan panas yang merata sempurna, adonan martabaknya dipanggang di atas tungku yang menggunakan bahan bakar arang.

Saat ini, sudah ada banyak penjualnya di Medan. Namun jika ingin mencicipi citarasa permartabak-piringan yang sudah melegenda, redaksi menyarankan untuk mencicipi gerai yang berada di Jalan Kapuas. Posisinya berada sebelum rel kereta api di persimpangan Jalan Sutomo – Jalan Pandu – Jalan Asia.

Meski hanya bermodalkan sebuah gerobak kecil, gerai ini sudah eksis sejak tahun 1960-an.

“Waktu itu ayah saya yang menjual martabaknya, sekarang saya yang melanjutkan,” kata Rizal si empunya gerai.

Rizal melanjutkan, awalnya martabaknya hanya yang tebal yang dijual. Karena satu dan lain hal ayahnya bereksperimen dan menghasilkan martabak piring yang tipis.

Rizal mulai bersiap-siap berjualan sekitar pukul 19.00 WIB selepas maghrib. Ia terlebih dahulu harus memanaskan arang dan tungkunya.

martabak piring sejak doeloe jalan kapuas medan

Nah, martabak piring sudah siap dipesan sekitar pukul 19.30 WIB hingga lewat tengah malam. Di sini, untuk toppingnya tersedia beragam pilihan mulai dari kacang, keju, meises cokelat, atau kombinasi kesemuanya. Harga sepotong martabaknya juga masih bersahabat di kantong, mulai dari Rp 3.500 per potong.

Martabaknya yang tipis cenderung memiliki tekstur yang crunchy sedangkan martabaknya yang tebal tentu saja memiliki kulit yang lebih tebal, namun terasa lebih lemak. Kalau ditanya, redaksi lebih memilih martabaknya yang tebal, karena berasa lebih puas makannya. Nah, kalau kalian lebih suka yang mana, yang tipis atau yang tebal ?

Peta lokasi :