Media Halal Muslim Tranformasi Makan Halal Medan

Tips & Trik Digital Marketing, Influencer & SEO

Find Out More

Wisata Takengon: Penginapan, Ngopi, Danau Laut Tawar

TAKENGON. Tulisan ini adalah jurnal perjalanan wisata Takengon kami, pada minggu kedua Oktober 2021. Review di bawah adalah review jujur tanpa ada perjanjian kerjasama promosi dengan pihak mana pun yang disebutkan. Perjalanan dari Banda Aceh dengan mobil pribadi ditempuh selama lebih kurang 7 jam. Takengon cukup dingin. Kami mengalami cuaca sedingin 13 derajat celcius. Bbbrrrrr…

Penginapan

Ada banyak pilihan penginapan di kota ini. Pertama kami mencoba mencari referensi via traveloka, tapi sayangnya masih sedikit pilihannya. Akhirnya kami mencari via google dan ternyata cukup banyak pilihannya. Kami menginap dua malam. Malam pertama kami menginap di Depik Inn Guesthouse. Mengapa kami memilih menginap di hotel ini? Karena waktu sudah hampir maghrib, dan kami belum dapat penginapan. Ketika beberapa penginapan utama yang kami incar sudah penuh, qadarullah, kami melihat penginapan ini. Kami cek, dan menurut kami cukup bagus.

Dermaga yang dekat dari Depik Inn

Kamar terbaiknya seharga Rp350.000 per malam, berlokasi di lantai dua, dengan balkon kecil, dan jendela. Lokasinya sangat dekat dengan pinggiran Danaut Laut Tawar. Karyawannya yang laki-laki cukup ramah dan sangat membantu, seperti membantu membelikan malam kami. Sarapan berupa dua porsi nasi gurih. Alhamdulillah..

Malam kedua kami menginap di Bie HomestayKonsepnya mirip villa ukuran kecil. Tarif menginap per malamnya yang paling murah adalah Rp800.000.

wisata takengon

Pemandangan dari Bie Homestay

Ruangannya cukup besar. Ada tv, dapur, sofa, dan ruang tidur tambahan di lantai dua.

Pemandangan dari ruang tidur lantai dua Bie Homestay

Di lantai dasar ada juga tempat tidur. Untuk keluarga besar dengan lima sampai enam orang, masih cukup nyaman menginap di sini.

Pemandangan matahari terbit dari Bie Homestay

Lokasinya tepat di pinggiran Danau Laut Tawar. Dari sini kita dimanjakan pemandangan matahari terbit dan terbenam di Takengon. Bisa dibilang ini adalah salah satu penginapan terbaik di Takengon. Sarapan disuguhkan tiga porsi nasi gurih aceh dan satu teko teh manis panas. Maasya Allah..

Ngopi

Takengon, tanah Gayo, salah satu penghasil kopi terbaik di dunia. Plus kami memang suka ngopi. Jadi tujuan utama wisata Takengon kami memang menikmati kopi disini. Berikut ini tiga kedai kopi yang kami kunjungi di wisata Takengon kami.

1. Seladang Kopi

Ngopi langsung di kebun kopi, literally. Lokasinya di jalan lintas Bireuen – Takengon. Lokasinya berada di dalam kebun kopi.

Suasana di Seladang Kopi

 

Tempat duduknya ada yang indoor, rooftop, dan outdoor berdampingan dengan pohon-pohon kopi.

Buah cherry kopi yang bisa menemani di sebelah bangku-bangku outdoor di Seladang Kopi

Kopi seduh manualnya Rp30.000 untuk satu server. Es kopi susunya masih belasan ribu Rupiah per gelas. Mereka juga menyediakan beberapa makanan berat, tidak hanya cemilan saja.

 

2. Galeri Kopi Indonesia

Konsepnya sama dengan Seladang Kopi, ngopi langsung di kebun kopi, di ladang kopi.

Di dalam Galeri Kopi Indonesia

Lokasinya berada di dalam kota Takengon. Di sini pilihan roasted bean-nya cukup banyak. Harga seduh manualnya, cukup mahal, Rp50.000 untuk satu server.

Sementara harga es kopi susunya masih di kisaran belasan ribu Rupiah. Mereka juga menyediakan makanan berat dan cemilan.

 

3. Tujuh Semeja

Wisata Takengon kami lanjutkan dengan ngopi, tapi kali ini tidak di kebun kopi lagi, melainkan di pinggiran Danau Laut Tawar.

Bar Tujuh Semeja

Tujuh Semeja namanya yang usianya belum setahun. Desain kedai kopinya kekinian.

Maasya Allah

Tersedia tempat duduk berupa bangku panjang di depan bar. Ada juga banyak tempat duduk yang rapi tersusun di pinggiran danau.

Es kopi susunya cuuun!

Es kopi susunya enak! Harganya pun cukup terjangkau.

 

Makan Siang

Kami makan siang di Gegarang Resto. Pegawai dari Depik Inn sangat merekomendasikannya, dan setelah kami cek di google, ulasannya cukup positif. Posisinya di perbukitan. Ada banyak air mancur yang kami duga berasal dari aliran air langsung dari gunung. Suasananya sangat nyaman. Anak kami sangat senang di sini. Ikan depik jadi menu yang wajib kamu coba. Ini adalah ikan khas yang cuma ada di Takengon. Asalnya dari Danau Laut Tawar, yang berarti termasuk ikan air tawar. Baik digoreng begitu saja, atau digoreng tepung, dua-duanya cun kaliii. Harga seporsinya Rp30.000.

Ikan depik goreng tepung

Menu lain yang jadi andalan adalah “masam jing”. Ikan nila dimasak asam. Mirip dengan rasa asam padeh a la Sumatera Barat, tapi ini terasa lebih segar. Menariknya menu ini menggunakan andaliman yang sukses bikin bibir bergetar, cun kaliii.

 

Kesimpulan

Wisata Takengon ini adalah pengalaman pertama kami. Kami sangat menikmati berlibur di sini. Warganya ramah. Udaranya nikmat. Kopinya mantap, dan semua makanannya halal, karena Aceh memang menerapkan syariat Islam. Takengon, insya Allah, kami akan kunjungi engkau lagi.